Kamis, 26 April 2018 05:30 WITA

PSSI Bebani Juara AFF dan Piala Asia, Indra Sjafri Siap Kurangi Tidur

Editor: Abu Asyraf
PSSI Bebani Juara AFF dan Piala Asia, Indra Sjafri Siap Kurangi Tidur
Indra Sjafri

RAKYATKU.COM - Coach Indra Sjafri menerima tantangan PSSI untuk membawa Timnas U-19 menjadi juara Piala AFF dan Piala Asia. Pada Rabu (25/4/2018), dia resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala.
 
"Saya Bismillah, tanggung jawab itu saya terima. Saya berterima kasih kepada PSSI, terutama Pak Ketum, yang telah memberikan kepercayaan kepada saya lagi. Kedua kepada masyarakat yang selama ini selalu mendukung saya," ujar Indra seperti dikutip dari Indosport.

Dia berjanji mengurangi jam tidur dan bekerja keras demi kebaikan timnas.
 
Dia mengaku tidak masalah dengan target juara yang dibebankan PSSI. "Kalau di sepak bola target itu harus ada, karena ukuran prestasi itu adalah pencapaian target," katanya.


Indra Sjafri memang harus kerja keras. Pada medio 2018 ini, awak Garuda Nusantara akan menjalani dua event internasional, Piala AFF 2018 U-18 dan Piala Asia U-19. Persoalannya, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menargetkan Egy Maulana Vikri dan kolega menjadi kampiun di dua ajang tersebut.

Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono mengatakan, akan memberikan waktu bagi coach Indra juga membangun kembali coaching staff-nya termasuk asisten pelatih, asisten dokter, serta pelatih penjaga gawang, dan lain-lain yang membantunya dalam membangun tim.

Tak banyak waktu yang dimiliki oleh Indra. Sebab, dua ajang yang akan diikuti oleh Timnas U-19 berlangsung dalam rentang waktu yang cukup singkat. Pada 2 Juli hingga 14 Juli 2018, Timnas U-19 akan berlaga di Piala AFF U-18. Berselang dua bulan setelahnya, tepatnya 18 Oktober hingga 4 November 2018, Timnas U-19 akan berjibaku di hajatan Piala Asia U-19.

Demi menghadapi dua ajang tersebut, kata Joko lagi, PSSI akan berencana memanggil Timnas U-19 pada 20 Mei mendatang untuk memulai pemusatan latihan.

"Untuk TC (Training Camp, pemusatan latihan, red) Piala AFF akan kami bagi menjadi tiga tahapan. Pertama, pada 20 hingga 27 Mei. Kemudian, yang kedua, pada 24 hingga 30 Juni. Setelah AFF akan ada pemusatan pada 29 dan 30 Juli," kata Joko di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari Kumparan.com.

Joko mengatakan, Indra dipilih dengan mempertimbangan waktu, adaptasi, dan tentu setelah interaksi dengan calon dari pelatih yang juga kami nominasikan. "Kami di sini tidak bisa menyampaikan siapa saja nama-namanya nomisanya," kata Joko. 

Joko melanjutkan bahwa penunjukan Indra bukan atas dasar keputusan PSSI dan Komite Exco saja. Pasalnya, dalam hal ini, PSSI telah mendengarkan usulan dari berbagai pihak. Termasuk juga, lanjut Joko, masukan ketua umum PSSI yang tengah menjalani cuti, Edy Rahmayadi. 

Tak sampai di sana, PSSI memahami bahwa saat ditunjuk, Indra masih memegang posisi CEO I.S.Y.M --holding company yang menaungi sejumlah klub Liga 2. Menurut Joko, persoalan itu telah didiskusikan.

"Oleh karenanya, kami memastikan PSSI mendengar semua orang dan ujungnya, ya, di Komite Exco tadi yang menentukan dan inilah keputusannya. Kami konfirmasi di sesi ini bahwa sebelum keputusan diambil, PSSI termasuk saya sendiri berinteraksi dengan coach Indra," kata Joko.