Senin, 16 April 2018 12:12 WITA

Pep Guardiola, Pelatih Botak Pertama Juarai Premier League

Editor: Nur Hidayat Said
Pep Guardiola, Pelatih Botak Pertama Juarai Premier League
Pep Guardiola. (Sumber Foto: Firt Post)

RAKYATKU.COM, MANCHESTER - Sejak berubah nama menjadi Premier League pada 1992 silam hingga musim 2016/2017, belum ada satu pun pelatih botak yang bisa menjuarainya. Pep Guardiola bersama Manchester City musim 2017/2018 adalah yang pertama.

Ya, dilansir Soccerway sudah ada sembilan pelatih yang menjuarai Premier League sejak 1992. Berikut daftarnya: 

Pelatih Pemenang Premier League

1. Sir Alex Ferguson    Manchester United
2. Arsene Wenger    Arsenal
3. Jose Mourinho    Chelsea
4. Kenny Dalglish    Blackburn Rovers     
5. Carlo Ancelotti    Chelsea
6. Roberto Mancini    Manchester City
7. Manuel Pellegrini    Manchester City
8. Claudio Ranieri    Leicester City     
9. Antonio Conte    Chelsea

Sudah lihat? Semuanya punya rambut bukan? Kalau tidak percaya silakan buka Google dan search nama-nama di atas.

Manchester City memastikan diri menjadi juara Premier League 2017/2018 setelah Manchester United KO di tangan West Bromwich Albion, Minggu malam (15/4/2018).

Pada laga sebelumnya, The Citizens meraih kemenangan 3-1 atas Tottenham Hotspur di Wembley Stadium. Hasil itu menjadikan peluang juara tim asuhan Pep Guardiola ada dua, menunggu hasil lawan Swansea City pekan depan atau bergantung hasil laga MU.

Kemenangan melawan Spurs, The Citizen mengumpulkan 87 poin, unggul 16 poin dari MU. Dengan lima laga sisa, tim asuhan Jose Mourinho itu mesti menang atas WBA untuk menunda pesta juara City. 

Sayangnya, The Red Devils kalah tipis 0-1 akibat gol tunggal Jay Rodriguez. Dengan hasil itu, poin The Citizens tak akan bisa lagi dikejar MU yang sejauh ini mengumpulkan 71 poin. City pun secara matematis bisa dipastikan menjadi juara.

Manchester City juara, Pep Guardiola sekaligus pelatih botal pertama merengkuh trofi Premier League. 

Harusnya, gelar pelatih botak pertama yang juarai Premier League adalah oleh Antonio Conte saat Chelsea pada musim 2016-2017. Hal itu bisa terjadi andai sang pelatih tak lakukan implan rambut.