Kamis, 22 Maret 2018 03:00 WITA

Hibur Dybala yang Tak Dipanggil Timnas Argentina, Kata-kata Higuain Cukup Menyentuh

Editor: Abu Asyraf
Hibur Dybala yang Tak Dipanggil Timnas Argentina, Kata-kata Higuain Cukup Menyentuh
Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain.

RAKYATKU.COM - Siapa yang meragukan kemampuan Paulo Dybala? Sejauh ini, dia dia sudah mencetak 18 gol pada Serie A sejauh musim 2017/18 bergulir. Lalu, mengapa dia tak dilirik pelatih Timnas Argentina, Jorge Sampaoli?

Eks juru taktik Sevilla itu memilih untuk tidak mencantumkan nama Dybala di dalam daftar skuat Argentina untuk uji tanding melawan Italia, Sabtu (24/3/2018), dan Spanyol, Rabu (28/3).

Dia lebih memilih Gonzalo Higuain, teman duet Dybala di lini depan I Bianconeri. Padahal, dari segi produktivitas gol, Higuain jelas kalah.

Tentu saja Dybala merasa kecewa dengan keputusan Sampaoli. Namun, bagi Higuain, Dybala memang harus bersabar sehingga ketika bermain di Timnas Argentina, ia sudah betul-betul siap dan bisa langsung diandalkan oleh Sampaoli.

“Saya sudah kenal Paulo (Dybala) sejak saya masih menjadi pemain Napoli dan dia masih bermain untuk Palermo. Dia menjalani musim yang bagus di sana dan mencetak banyak gol. Lalu, Juventus mendatangkannya, dia terus tumbuh sehingga kini permainannya melonjak pesat,” tutur striker berjuluk Pipita itu seperti dikutip TyC Sports via Kumparan.com.

“Paulo adalah teman sekaligus rekan kerja saya, jadi saya hendak meyakinkan, menjaga, dan memberikan saran kepadanya. Dia punya potensi yang luar biasa dan karena dia masih 24 tahun. Sangat penting baginya untuk tak melewatkan tahapan penting dalam kariernya atau pergi (membela Timnas Argentia) terlalu cepat,” kata Higuain menambahkan.

Penuturan Higuain bukan tanpa dasar. Dia telah mengalami sendiri bagaimana beratnya membela Timnas Argentina. Bahkan, kiprahnya bersama La Albiceleste dinodai tiga kali "patah hati", mulai dari kekalahan 0-1 dari Timnas Jerman di final Piala Dunia 2014 sampai dua kali kegagalan pada final Copa America.

Situasi tersebut mengajarkan Higuain bahwa membela Timnas Argentina itu berat. Dan, hanya pemain bermental kuat yang mampu bermain di bawah ekspektasi dan tekanan besar suporter.

“Jika mampu menegakkan kepalanya, dia akan menjadi pemain yang bagus. Memang, dia masih muda dan sangat berani. Saya pun pernah merasakannya. Namun, apabila tak kuat secara mental, Anda bisa terjebak dalam masalah,” ucap Higuain.

Dia menambahkan, “Anda bisa dipuji dan besoknya mereka akan menghancurkan hatimu. Anda harus kuat untuk melewati fase-fase seperti itu.”