Kamis, 15 Maret 2018 06:25 WITA

Sialnya Thibaut Courtois, Dua Kali Dibikin Bertelur Messi

Editor: Abu Asyraf
Sialnya Thibaut Courtois, Dua Kali Dibikin Bertelur Messi
Kiper Chelsea, Thibaut Courtois dua kali dibikin bertelur Lionel Messi. (FOTO: GETTY IMAGES)

RAKYATKU.COM - Kiper Chelsea, Thibaut Courtois mungkin tidak akan melupakan laga melawan Barcelona Kamis dini hari (15/3/2018) di Camp Nou. Bukan hanya karena tersingkir dari Liga Champions, dua gol Messi yang bersarang di gawangnya sangat menyakitkan.

Mengapa? Dua gol Messi pada menit 3' dan 63', semuanya membuat Thibaut Courtois bertelur. Gol pertama meluncur deras di bawah selangkangannya dari sisi kiri pertahanan Chelsea. Gol kedua kembali melewati selangkangannya dari sebelah kanan pertahanan The Blues.

Dua gol Lionel Messi itu sendiri tak hanya membawa Barcelona melangkah ke babak delapan besar Liga Champions usai mengalahkan Chelsea 3-0, Kamis dini hari (15/3/2018).

Gol cepat Messi pada menit 3' meruntuhkan mental anak asuh Antonio Conte. Chelsea kian kesulitan saat Ousmane Dembele menggandakan kemenangan menjadi 2-0 pada menit 20'.

Pada babak kedua, Chelsea terus mengurung pertahanan Barcelona. Sejumlah peluang emas tercipta. Alih-alih memperkecil ketinggalan, Chelsea malah kembali kecolongan pada menit 63' melalui kaki Lionel Messi.

Kemenangan itu sekaligus membuat rekor pertemuan kedua tim menjadi imbang. Kedua tim sudah bertemu 13 kali di turnamen Eropa, termasuk laga dini hari tadi. 

Sebelum laga ini, Chelsea unggul dengan empat kali menang, Barcelona tiga kali. Sisanya berakhir imbang. Tapi kemenangan pagi ini, membuat rekor menjadi imbang, Barcelona dan Chelsea sama-sama menang empat kali.

Di Liga Champions, terakhir mereka bertemu pada semifinal 2011-2012. Kala itu Didier Drogba menjadi penentu kemenangan Chelsea 1-0 pada pertandingan leg pertama semifinal di Stamford Bridge.

Meski kalah pada leg pertama, Barcelona sempat membuat para pemain Chelsea gentar di Camp Nou. Setelah John Terry mendapat kartu merah, Barcelona mencetak gol melalui aksi Sergio Busquets untuk membuat agregat 1-1.

Akan tetapi, pada masa injury time babak pertama, Chelsea mampu mencetak gol penyama kedudukan melalui torehan Ramires sehingga agregat kembali berubah menjadi 2-1 untuk The Blues. Pada menit ke-49, suporter tuan rumah menyimpan asa setelah Andres Iniesta mencetak gol sehingga agregat menjadi 2-2.

Barcelona wajib kembali mencetak gol agar tidak tersingkir lantaran kalah produktivitas gol tandang. Meski mendapat tekanan besar, Chelsea justru mampu kembali mencuri gol melalui aksi Fernando Torres pada masa injury time babak kedua. Chelsea menang agregat 3-2 dan lolos ke final. 

Sebelumnya, mereka juga bentrok pada semifinal Liga Champions 2008-2009. Drama juga terjadi pada pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions, 6 Mei 2009. Setelah bermain 0-0 pada leg pertama di Camp Nou, Chelsea membuat asa lolos ke final terbuka lebar setelah Michael Essien mencetak gol lebih dulu ke gawang Barcelona.

Tak berselang lama, Barcelona bertanding dengan 10 pemain setelah Eric Abidal menerima kartu merah. Namun, drama terjadi pada injury time babak kedua lantaran Andres Iniesta sukses mencetak gol penyama kedudukan sehingga Barcelona lolos ke partai puncak karena unggul produktivitas gol tandang.


Pada laga lainnya, Bayern Munich tampil perkasa di kandang Besiktas. Kemenangan 3-1 membuat klub asal Jerman itu unggul dengan agregat 8-1.

Dua dari tiga gol Bayern dicetak Thiago Alcantara menit 18' dan Sandro Wagner menit 84'. Satu lainnya merupakan gol bunuh diri pemain Besiktas Gokhan Gonul menit 46'.

Satu-satunya gol balasan Besiktas dicetak Vagner Love pada menit 59'.

Laga yang dipimpin wasit Michael Olivier dari Inggris ini diwarnai lima kartu kuning. Tiga untuk Bayern, yakni Mats Hummels, Jerome Boateng, dan Rafinha.

Dua lainnya untuk Besiktas, yakni Atiba Hutchinson dan Aguzhan Ozyakup.