Sabtu, 10 Maret 2018 16:22 WITA

Timnas Indonesia U-16 Rekreasi Jelang Kontra Jepang

Editor: Mulyadi Abdillah
Timnas Indonesia U-16 Rekreasi Jelang Kontra Jepang
Sumber Foto: PSSI

RAKYATKU.COM - Tim nasional Indonesia U-16 menghadapi timnas Jepang pada babak semifinal turnamen Jenesys 2018. Laga ini akan berlangsung di Lapangan Yamazakura Kirishima Prefektur Miyazaki General Athletic Park Pitch 1, Minggu, (11/3/2018), pukul 15.30 waktu setempat.

Indonesia sampai babak semifinal setelah berhasil menang di dua pertandingan. Filipina dihajar 7-1 dan Kamboja dikalahkan 5 gol tanpa balas. Sementara tuan rumah Jepang mendapat tiket ke semifinal, dengan menaklukkan Timor Leste dengan skor 22-0 dan Malaysia 2-1 dalam persaingan di grup A.

“Ini yang saya tunggu. Melawan Jepang tentu akan sangat menarik. Salah satu tim dengan kekuatan bagus di negara Asia. Laga lawan Jepang adalah laga yg kami nantikan. Anak-anak juga menyambutnya dengan sangat antusias untuk laga semifinal ini. Kami akan berjuang lebih keras, bermain lebih kompak lagi untuk bisa memenangkan laga semi final,” kata pelatih Indonesia, Fakhri Husaini.

Andre Oktaviansyah, pemain yang ditunjuk sebagai kapten dalam laga terakhir melawan Kamboja sepakat dengan pernyataan pelatihnya. “Saya sama seperti pelatih. Mungkin juga teman-teman yang lain. Sangat menanti dan antusias saat melawan Jepang nanti. Meski kita belum mengetahui kekuatannya dan strateginya. Yang terpenting teman-teman harus tetap semangat dan jangan takut,” tuturnya.

Persiapan menjelang lawan Jepang, tim tidak menjalani latihan. Mereka lebih memilih untuk mengikuti program lain dari panitia Jenesys. “Tidak ada latihan. Hari ini ada acara rekreasi dari panitia. Saya lebih memilih anak-anak untuk refreshing. Setelah bekerja keras selama dua hari berturut-turut, sudah saatnya saya memberikan waktu untuk mereka beristirahat. Ini agar proses pemulihannya kondisi para pemain bisa lebih cepat,” kata Fakhri.

Fakhri tidak akan mengubah susunan pemainnya. Melawan Jepang dia akan menurunkan pemain terbaiknya. “Peluang tetap terbuka. Asalkan para pemain tidak selalu membuang-buang kesempatan untuk membuat gol dan tetap harus fokus dalam permainan. Mereka masih sering kehilangan bola di daerah sendiri. Anak-anak belum bisa memaksimalkan peluang tersebut menjadi gol,” tutup pelatih berdarah Aceh itu.