Senin, 19 Februari 2018 12:34 WITA

Ovrebo, "Wasitnya" Barcelona yang Akhirnya Pengakuan Dosa

Editor: Nur Hidayat Said
Ovrebo,
Sepakan gelandang Barcelona, Andres Iniesta, yang akhirnya berbuah gol ke gawang Chelsea.

RAKYATKU.COM, BARCELONA - Masih ingat Tom Henning Ovrebo? Wasit yang memimpin laga leg kedua Chelsea versus Barcelona di Stamford Bridge pada semifinal Liga Champions musim 2008/2009. Ia yang kini telah pensiun akhirnya pengakuan dosa.

Ya, harus diakui banyak opini yang menyeruak ketika membahas laga Chelsea dan Barcelona kala itu. Salah satunya, ada yang menganggap kemenangan Barcelona berkat campur tangan Ovrebo. Dalam laga itu Chelsea dan Barcelona bermain imbang 1-1. 

Namun, hasil 0-0 dari laga sebelumnya di Camp Nou mengantarkan Barcelona ke final. Dan, seperti kita tahu Barcelona selanjutnya juara Liga Champions usai mengalahkan Manchester United di final. 

Kepemimpinan Ovrebo kala itu jadi sorotan tajam. Bukan hanya pemain Chelsea, suporter dan kalangan pegiat bola ramai-ramai melontarkan komentar dan opini terhadap wasit berkepala pelontos itu (kecuali mungkin pendukung Barcelona yang loncat kegirangan).

Ovrebo,

Dalam laga itu, Barcelona memang harus bermain 10 orang setelah Eric Abidal terkena kartu merah. Namun di luar itu, Chelsea yang dibuat menggerutu. Enam klaim penalti, tetapi tidak satu pun yang dikabulkan Ovrebo. 

Satu di antaranya kala bola dengan jelas mengenai tangan Gerard Pique di kotak penalti hasil sepakan Nicolas Anelka. Momentum itu terjadi kala Chelsea masih unggul 1-0. Ovrebo hanya bergeming. 

Ovrebo,

Belum cukup di situ dan mungkin ini yang menjadi puncak kekesalan kubu Chelsea. Saat kedudukan 1-1 dan memasuki akhir laga, sepakan keras Michael Ballack tampak jelas mengenai lengan Samuel Eto'o di kotak penalti. Ovrebo berada sangat dekat dengan kejadian itu, namun ia lagi-lagi bergeming. Ballack yang kemudian melancarkan protes keras tidak mendapat respons. Ovrebo hanya berlari ke tengah lapangan.

Usai laga, para pemain Chelsea masih saja melancarkan protes. Akibatnya, Didier Drogba dan Jose Bosingwa mendapatkan kartu merah.

Ovrebo,

Laga itu sudah hampir satu dekade berlalu, atau tepatnya sembilan tahun silam. Namun, kini Ovrebo angkat bicara. "Itu bukan hari terbaik saya, tentu saja. Akan tetapi, wasit memang bisa melakukan kesalahan seperti itu, terkadang pemain atau pelatih juga sama," ucap Ovrebo mengakui kesalahan dikutip Marca.

Ovrebo,

"Setidaknya saya bangga memiliki perjalanan karier yang panjang di dalam jajaran elite Eropa dan menjadi yang terbaik di negara saya. Itulah mengapa Anda tidak boleh hanya mengenang karier saya hanya karena satu laga saja

"Setelah pertandingan, saya tidak berbicara dengan pemain mana pun. Saya meninggalkan lapangan penuh martabat, saya lantas pergi ke ruang ganti dan hanya itu yang saya lakukan," lanjut lelaki 51 tahun kelahiran Norwegia itu.

"Tentu saja, saya mengingat kami harus berpindah hotel karena ada beberapa orang yang begitu agresif kepada kami. Kami harus berada dalam kondisi sangat waspada pada hari itu dan setelahnya," katanya.

"Saya tak bisa mengubah opini orang-orang, tapi akan menjadi menarik untuk bertanya kepada fans Real Madrid, contohnya, apakah mereka akan memiliki opini yang sama tentang saya apabila ada keputusan yang menguntungkan mereka ketimbang Barca?"

"Kami hanya memiliki beberapa detik untuk mengambil keputusan. Lalu kemudian Anda menyaksikannya dari televisi dan berkata 'Oh Tuhan, saya telah keliru dengan keputusan penalti atau kartu merah!'. Ini adalah hal yang wajar."

"Saya bertanggung jawab atas segala keputusan yang sudah saya ambil dan kita memang bisa memperdebatkannya, dan jika saya melakukan keputusan lain, mungkin Chelsea adalah tim yang lolos ke final. Kita semua tidak akan pernah tahu."