Minggu, 14 Januari 2018 19:01 WITA

Tradisi Indonesia Hadapi Tim Eropa, Era Ramang Paling Bersinar

Editor: Abu Asyraf
Tradisi Indonesia Hadapi Tim Eropa, Era Ramang Paling Bersinar
Timnas di era Ramang dan kawan-kawan.

RAKYATKU.COM - Timnas Indonesia selalu kesulitan saat menghadapi tim-tim Eropa. Hingga saat ini, tercatat sudah 23 kali Timnas melawan negara Eropa. Bagaimana hasilnya?

Dari sejumlah laga tersebut, era Ramang bisa disebut paling bersinar. Legenda asal PSM Makassar itu, membawa timnas menahan imbang Uni Soviet di Olimpiade Melbourne 1956 sebelum kalah pada pertandingan ulangan.

Indonesia bukan hanya sekali melawan Uni Soviet, melainkan empat kali. Hebatnya, tiga kali Indonesia mampu menahan seri negara yang kini terpecah-pecah itu.

Timnas era Ramang juga sempat mencicipi laga melawan Yugoslavia. Laga yang berlangsung 26 Agustus 1956 itu digelar di Lapangan Ikada, Jakarta yang disaksikan 50.000 pasang mata.

Kala itu, Yugoslavia yang dilatih Antun Pogacnik berhasil menekuk Indonesia dengan dua gol tanpa balas.

Timnas Indonesia juga pernah menghadapi Kroasia pada tahun 1956 di Zagreb. Terakhir, Indonesia menghadapi Belanda pada 2013. Saat itu Wesley Sneijder dan kawan-kawan menempati peringkat 9 dunia sementara Boaz Solossa menempati peringkat 161.

Indonesia harus menyerah 0-3 dari skuat asuhan Louis Van Gaal. Kekalahan terbesar Indonesia dari tim nasional asal Eropa didapatkan saat menghadapi Yugoslavia pada 15 Januari 1956. Aang Witarsa dan kawan-kawan kalah 2-7 atas Yugoslavia di Jakarta.

Satu-satunya kemenangan Indonesia atas tim Eropa diperoleh saat melawan Andorra dengan skor 1-0. Pertandingan uji coba itu berlangsung di Spanyol pada 26 Maret 2014.

Saat itu, Timnas Indonesia diperkuat Andritany, Zulkifli Syukur, Muhammad Roby, Achmad Jufriyanto, Supardi/Novan Setya, Rizky Pellu, Raphael Maitimo, Zulham Zamrun/Ferdinand Sinaga, Firman Utina/M Ridwan, Bayu Gatra/Amirul Mukminin, dan Greg Nwokolo.

Seperti dihimpun dari Rsssf.com, dari pertemuan melawan tim Eropa itu, Indonesia 14 kali kalah, 8 kali seri, dan hanya sekali menang.