Minggu, 31 Desember 2017 04:01 WITA

Catatan Timnas Indonesia di 2017 dan Munculnya Egy Maulana

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Catatan Timnas Indonesia di 2017 dan Munculnya Egy Maulana
Timnas Indonesia.

RAKYATKU.COM - Tahun 2017, menjadi tahun yang cukup sibuk untuk Timnas Indonesia di berbagai level. Publik sepak bola Indonesia juga sempat dibuat riuh dengan munculnya Egy Maulana.

Dilansir pssi.org, Tim Nasional Indonesia terbagi dalam 4 tingkatan usia. Yakni senior, U-22, U-19, dan U-16. Timnas senior dan U-22 dilatih oleh Luis Milla Aspas. U-19 dipimpin oleh Indra Sjafri, dan tim paling muda U-16 diarsiteki oleh Fakhri Husaini.

Total, keempat tim tersebut melakoni 51 laga internasional, baik untuk ajang turnamen, kualifikasi, hingga laga persahabatan. Dari total 51 pertandingan, penyerangan timnas tercatat produktif dengan 135 gol yang dicetak sepanjang 2017. Di sisi bertahan, keempat timnas tersebut total menderita 52 gol. 

Timnas U-16 menjadi yang terproduktif dengan torehan 58 gol dari 14 pertandingan. Fakta ini dipengaruhi beberapa hal, diantaranya kelompok usia yang masih dalam masa perkembangan, jumlah pertandingan yang dimainkan, serta faktor lawan yang relatif lebih beragam.

Dalam hal prestasi, timnas senior mempersembahkan gelar runner-up ajang Aceh World Solidarity Cup, timnas U-22 merebut medali perunggu SEA Games, dan satu-satunya gelar juara yang diraih adalah Piala Thien Phong Plastic oleh tim U-16 di Vietnam.

Statistik Pemain

Dari empat tingkatan timnas di tahun 2017, tercatat ada 118 pemain yang mendapat menit bermain. 51 di antaranya bermain untuk timnas senior. Tercatat ada 28 pemain yang mendapat cap senior perdananya, diantaranya Egy Maulana Vikry, M. Rezaldi Hehanussa, dan Awan Setho Raharjo.

Catatan Timnas Indonesia di 2017 dan Munculnya Egy MaulanaSaddil Ramdani, menjadi pemain yang paling sering tampil. Pemain Persela tersebut turun sebanyak 24 kali dengan mengenakan kostum berlambang Garuda di dada sepanjang 2017. Saddil bermain untuk tiga level berbeda, yakni U-19, U-22, dan senior. Selain Saddil, pemain yang juga bermain untuk tiga timnas adalah Egy Maulana Vikri.

Namun, Saddil bukan lah pemain dengan menit bermain terbanyak. Predikat tersebut jadi milik Febri Hariyadi. Penyerang sayap andalan Persib ini tercatat bermain selama 1.395 menit dari 18 penampilannya bersama timnas senior dan U-22. Febri mencetak 1 gol dan 3 assist dari catatan penampilannya tersebut.

Untuk urusan gol, Egy menjadi pemain dengan torehan paling mumpuni. Jebolan Diklat Ragunan ini mencetak 13 gol dari 18 penampilan. Semua golnya dicetak saat bermain untuk tim U-19. Selain itu, Egy juga menjadi pemberi assist terbanyak di timnas dengan koleksi 5 assist. Catatan assist Egy sejajar dengan tandemnya di lini depan U-19, M. Rafli Mursalim.

Catatan fenomenal ditorehkan oleh penyerang U-16, Rendy Juliansyah. Pemain ini berhasil mencetak 6 gol dalam satu pertandingan, tepatnya saat Indonesia U-16 menghajar Taipei U-16 dengan skor 11-0 (18/06). Kemenangan besar ini berbuah gelar juara turnamen Piala Thien Phong Plastic di Vietnam.

Peringkat FIFA

Indonesia mengakhiri tahun 2017 dengan bertengger di peringkat ke-162 ranking FIFA global. Di Konfederasi Asia (AFC), Tim Merah Putih berada di peringkat ke-31 dari 46 negara. Sedangkan di Federasi Asia Tenggara (AFF), Indonesia memperbaiki peringkat di urutan ke-5, di bawah Vietnam, Filipina, Thailand, dan Myanmar.

Secara rata-rata, peringkat FIFA Indonesia mengalami peningkatan cukup signifikan. Sejak tahun 2015, di mana Indonesia mencatat peringkat terburuk sepanjang sejarah (179), posisi Tim Garuda meningkat ke posisi 171 di 2016, dan kembali naik ke posisi 162 di 2017.

Di tahun 2018, akan ada sejumlah kompetisi yang akan diikuti oleh keempat timnas. Kelompok U-16 dan U-19 akan turun di ajang Piala AFC, di mana Indonesia akan menjadi tuan rumah kategori U-19. Tim U-23 juga akan menjadi tuan rumah ajang Asian Games, yang akan dimulai pada bulan Agustus. Sementara timnas senior dijadwalkan turun di ajang Piala AFF pada penghujung tahun.