Jumat, 01 Desember 2017 22:22 WITA

PSM dan Bhayangkara FC Gagal ke AFC Cup

Editor: Almaliki
PSM dan Bhayangkara FC Gagal ke AFC Cup
Munafri Arifuddin

RAKYATKU.COM - Kans PSM Makassar dan Bhayangkara FC untuk dapat ikut berlaga dalam AFC Cup musim depan, harus terkubur. Berkas kedua tim tersebut sudah ditolak oleh pihak AFC.

"Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah memutuskan tiga klub yang berhak bertanding di level asia. Ketiga tim itu dipilih karena memiliki klub Lisensi AFC. Jadi, mereka yang berhak bermain di level Asia," kata COO PT Liga Indonesia Baru (LIB), Tigor Shalom Boboy.

Sekadar diketahui, PSSI sempat mendaftarkan 5 klub penghuni papan atas klasemen akhir Liga 1 ke AFC. Akhirnya, karena Bhayangkara dan PSM dipastikan tak lolos. Bali United, Persija Jakarta, dan Madura United lah yang akan merasakan atmosfer kompetisi Asia musim depan untuk mewakili Indonesia.

"Bali United akan berlaga di play-off Liga Champions Asia (LCA), kemudian untuk fase grup Piala AFC, adalah Bali United atau Madura United, dan Persija Jakarta," kata Tigor.

Nasib Madura United untuk berkiprah di Piala AFC 2018 sendiri, tergantung Bali United. Jika Serdadu tridatu gagal melaju ke fase grup LCA 2018, mereka akan langsung masuk ke fase grup Piala AFC 2018. Kalau begitu, Laskar Sape Kerrab terpaksa absen.

Namun jika Bali United berhasil melaju ke fase grup LCA, maka Madura United yang akan mengisi slot Bali United di Piala AFC musim depan. Untuk undian pembagian grup Piala AFC dan LCA 2018, nantinya akan digelar pada 6 Desember 2017.

Sebelumnya, CEO PT. PSM, Munafri Arifuddin percaya diri bisa tampil dalam level Asia. Ia hanya ragu, soal lisensi yang sudah jauh hari dipastikan kalau PSM tak lolos. "Saat rapat bersama PSSI dengan beberapa perwakilan klub, saya mendapat informasi bahwa bukannya PSM tidak dikirim, tetapi PSSI mengirim lima nama ke AFC. Kalaupun nanti dipilih, kita harus siap, apapun resikonya," ungkap Munafri, Senin (27/11/2017) lalu.

PSM sendiri terjanggal karena mereka tak mengantongi lisensi AFC soal pembinaan usia muda. Sehingga, hasil keputusan dari AFC akan menentukan nasib PSM Makassar. "Jadi bukan soal verifikasi soal stadion. Kita sudah daftarkan lain. Kalau pembinaan usia muda, saya pikir tidak terlalu berpengaruh di laga itu," pungkasnya.