Selasa, 07 November 2017 10:56 WITA

Kronologi Insiden Rusuh di Stadion Mattoanging Makassar

Editor: Mulyadi Abdillah
Kronologi Insiden Rusuh di Stadion Mattoanging Makassar
Foto: Fadel/Rakyatku

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kemenangan Bali United di hadapan pendukung PSM Makassar berujung rusuh, Senin (6/11) malam. Pertandingan terpaksa dihentikan oleh wasit Murzabekof Eldos sesaat setelah gawang Rivky Mokodompit dijebol oleh Stefano Lilypaly di masa injury time.

Dikutip dari situs Liga 1, Stadion Mattoanging yang dipadati penonton tiba-tiba berubah mencekam. Botol, batu bahkan kursi penonton dari arah tribun tertutup beterbangan ke arah bench pemain dan lapangan.

Awal terjadinya kerusahan bermula ketika I Gede Sukadana yang diganti di pertengahan babak kedua saling dorong dengan Ferdinand Sinaga di sisi lapangan usai melakukan selebrasi.

Ketika bola sudah di tengah lapangan beberapa pemain cadangan Bali United masih berada di dalam lapangan. Ferdinand lalu meminta mereka keluar. Saling dorong dengan pemain bernomor punggung 44 di Bali United ini, tak terhindarkan.  

Kronologi Insiden Rusuh di Stadion Mattoanging Makassar

Insiden inilah yang memancing emosi penonton. Suasana pun berubah menjadi tidak kondusif. Botol, batu bahkan kursi stadion menghujani lapangan. Bak dikomando penonton merengsek masuk ke lapangan. Tak sedikit yang memanjat pagar pembatas. Pintu besi di sebelah timur stadion juga sempat bobol. Petugas Brimob terpaksa melepaskan gas air mata.

Sambil menunduk pemain dan official digiring ke tengah lapangan dipayungi tameng milik Brimob. Suasana semakin mencekam. Sebab penonton terlanjur masuk dan mengepung lapangan.  

Tak sedikit di antara oknum penonton menyerang pemain Bali United. Ada yang  terkena pukulan dan tendangan. Di antaranya Riki Fajrin dan Gede Sukadana. Malah pelipis pemain belakang Bali United asal Belanda, Nick Van Der Velden memar akibat terkena lemparan.

Begitu juga dengan Eko Pujianto. Asisten pelatih ini sempat tak berdaya diserang oknum penonton. Untung polisi segera mengamankannya.

Kronologi Insiden Rusuh di Stadion Mattoanging Makassar

Sekitar satu jam terkurung di lapangan, seluruh pemain dan official tim dievakuasi ke Markas Komando (Mako) Brimob di Jalan KS Tubun. Jaraknya sekitar 500 meter dari stadion dengan pengawalan ketat.

Semua diangkut menggunakan mobil berlapis baja, barracuda. Termasuk big bos Bali United, Peiter Tanuri yang ternyata baru kembali dari Amerika langsung ke Makassar untuk menyaksikan big match ini.

Sekitar pukul 11.30 Wita seluruh pemain baru bisa diantar ke Hotel Four Points By Sheraton di Jalan Landak Baru, tempat Serdadu Tridatu menginap selama di Makassar.

Akibat peristiwa ini kedua tim sepakat tidak mengikuti sesi konprensi pers. Padahal wartawan menunggu sekitar satu jam. Hal itu juga disetujui oleh match commissioner, Purwanto.

Pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro menyesalkan insiden ini. Apalagi sejumlah pemainnya cedera akibat terkena pukulan dan lemparan. Meski begitu ia tak mau terlalu mengomentari insiden ini. Menurutnya kalah atau menang  dalam sepakbola itu hal biasa.

"Di evakuasi dari stadion menggunakan barrakuda juga sudah sering. Selama jadi pesepakbola dan pelatih saya sudah enam kali mengalami hal seperti ini. Bagi saya ini hal biasa. Cuma yang kasian, pemain," ujar Widodo saat ditemui di hotel tempat menginap, Selasa (7/11/2017) dinihari.

Kronologi Insiden Rusuh di Stadion Mattoanging Makassar

Terkait laporan ke PSSI, menurut Widodo itu sudah pasti. "Soal laporan saya serahkan ke manajemen. Itu bukan domain saya,” katanya.

Sementara itu CEO PSM Munafri Arifuddin juga menyesalkan kejadian ini. Ia meminta semua pihak tidak terprovokasi.  Ia mengaku pasrah dan siap menghadapi sanksi yang akan diterima PSM.

"Nanti kita lihat seperti apa sanksi yang akan diberikan,” ujarnya.

Appi juga meminta maaf kepada seluruh suporter dan pecinta PSM karena belum mampu mewujudkan impian untuk juara.

"Kami telah berjuang maksimal. Kalau suporter ingin juara, kami juga ingin juara. Kami sudah maksimal di semua pertadingan. Tapi inilah hasil maksimal yang kami dapatkan,” ujarnya.