09 October 2017 10:43 WITA

Hitung-hitungan PSM Makassar Menuju Juara Liga 1

Editor: Almaliki
Hitung-hitungan PSM Makassar Menuju Juara Liga 1

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kekalahan PSM Makassar dari Borneo FC dengan skor 3-2 cukup membuat publik Makassar was-was. Enam pertandingan selanjutnya, jika salah satunya  kalah, maka sudah bisakah dipastikan Pasukan Ramang tidak juara?

Apalagi, seterunya, Bali United, kemarin, tampil begitu memukau dengan menggasak Arema FC dengan skor 6-1 di Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Hal itu pula membuat poin makin jauh, yakni terpaut tiga angka.

Hal berbeda ditunjukkan Bhayangkara FC. Skuat Simon McMenemy itu, berhasil bertahan di puncak klasemen tanpa gangguan berarti. Mereka memiliki 59 poin. Beda empat dengan Bali United, dan beda tujuh bagi PSM Makassar dan Madura United.

Sekadar diketahui, PSM Makassar selama putaran kedua Liga 1, tak bisa dipandang remeh. Kekuatan Pluim dan kawannya, serta racikan strategi Robert Rene Alberts, terbukti bisa membuat Juku Eja kembali ke jalur juara. Sembilan pertandingan tanpa kalah, adalah buktinnya.

Namun semua hal itu berubah, tatkala Pesut Etam membungkam PSM. Atas hal itu pula, jarak PSM dan Bhayangkara FC makin menganga--dipisah oleh dua klub, yakni Madura United (3) dan Bali United (2).

Kemenangan di sisa enam pertandingan sudah menjadi harga mati. skuat Robert dipastikan akan mengencangkan ikat pinggang, agar timnya tidak lagi melorot dan menjauh, dari pemuncak klasemen.

Jika ingin dipikir, PSM pasti punya tekad untuk menyapu bersih semua laga yang masing-masing melawan Persib, Madura United, Bali United, Bhayangkara, Persiba, dan Barito Putera.

Dikalkulasi, merebut tiga poin dari masing-masing laga tersebut, 18 poin bisa direbut. Dengan catatan, Bali United bisa dikalahkan PSM Makassar saat melawat ke Stadion 'neraka' Andi Mattalatta Mattoangin, dan Bhayangkara bisa dipermalukan oleh PSM di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi.

Meski Bhayangkara FC kalah, bisakah PSM langsung menempati urutan pertama? Tentunya tidak! Bhayangkara FC minimal dua kali kalah, mengikut dua tim di bawahnya, yakni Bali United dan Madura United, jika ingin PSM aman.

Tetapi mengambil jangkauan terjauh, Bali United dalam enam laga sisa akan melawan Persiba, PS TNI, Barito, Sriwijaya, Persegres, dan PSM Makassar. Kelima tim tersebut, tentunya bukan lawan yang berarti bagi skuat asuhan Widodo C Putro.

Sementara Bhayangkara FC, dalam sisa laganya, akan melawan Barito Putera, PSM Makassar, Madura United, Persela, Persija, dan Mitra Kukar.

Patut diingat, Madura United juga punya kans untuk juara. Jika memang Laskar sape Kerrab itu ingin menjadi kampiun, setidaknya ia bisa mengalahkan PSM di Makassar dan Persib di Si Jalak Harupat, Kab. Bandung. Mengapa Persib? Sebab Persib sangat sulit dikalahkan di kandangnya.

Berkaca dari rekam pertandingan, Bali United begitu tampil meyakinkan baik di kandang maupun tandang. Begitupun dengan Bhayangkara FC. Lagipula, kelima klub tersebut, termasuk PSM, cukup punya jarak dari Bhayangkara FC--baik poin maupun urutan klasemen.

Jika melihat babaran fakta dan rekam jejak PSM, Bali United, dan Bhayangkara FC. Bisakah Bali United dan Bhayangkara FC setidaknya kalah dua kali, ataupun PSM Makassar menang di semua laga sisa?

Kini, yang harus dilakukan publik Makassar berikut Sulsel, adalah terus berharap dan menyemangati PSM Makassar agar merebut 18 poin di laga sisa klub andalannya itu. Fokus mengurus tim tentunya lebih penting, sembari bermain-main dengan harapan, agar Serdadu Tridatu dan Bhayangkara, setidaknya, bisa dua kali terjungkal.