Jumat, 04 Agustus 2017 16:20 WITA

Transfer Neymar ke PSG, Arsene Wenger Sebut Itu Hanya Gengsi

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Transfer Neymar ke PSG, Arsene Wenger Sebut Itu Hanya Gengsi

RAKYATKU.COM - Transfer Neymar ke PSG yang memecahkan rekor dunia dengan nilai 222 juta euro (sekitar Rp 3,5 triliun), mengundang komentar dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Pelatih Arsenal, Arsene Wenger.

Pelatih yang sudah mengarsiteki Arsenal sejak tahun 1996 tersebut beranggapan jika transfer Neymar ke PSG bukan dilandasi atas dasar investasi, tetapi hanya demi gengsi seorang pemilik semata. 

"Jika anda mengingat Trevor Francis adalah pemain pertama yang dihargai satu juta pounds (tahun 1979), itu menunjukkan kepada anda betapa besar perubahan dan betapa jauh kita telah tiba. Bagaimana sepakbola berubah. Itu di luar kalkulasi dan melewati rasionalitas," kata Wenger, Kamis (3/8/2017). 

Bagi Wenger, secara internal kepemilikan PSG memberi motivasi dan sumber daya berbeda dari kompetitor-kompetitor mereka. Hal tersebut yang turut mendorong klub asal Paris itu untuk tidak segan-segan mengeluarkan nominal di luar batas kewajaran untuk mendatangkan seorang pemain. 

“Menurut saya, itu adalah konsekuensi kepemilikan klub sepakbola yang telah mengubah seluruh pemandangan sepakbola dalam 15 tahun terakhir. Ketika suatu negara memiliki sebuah klub, semua hal mungkin terjadi,” ungkap Wenger dilansir independent. 

Baca juga: Neymar Pakai Nomor 10 di PSG

Ia juga mengatakan bahwa dengan alasan apapun PSG tidak dapat membenarkan apa yang telah mereka lakukan terhadap sepakbola. Meski demikian, ia tak ingin ikut campur dalam urusan tersebut. Pasalnya, Wenger mengklaim sepakbola yang dimainkannya berbeda dengan yang dimainkan PSG. 

"Kami tidak lagi berada dalam periode di mana Anda berpikir 'Jika saya menginvestasikannya, saya akan mendapatkannya kembali. Kami berada di luar itu," ucap Wenger. 

Menurutnya, Qatar mendorong kesepakatan untuk Neymar, demi prestise nasional. Mereka tidak begitu peduli dengan pengembalian investasi. "Jumlah hari ini melibatkan banyak gairah, kebanggaan dan minat publik, dan Anda tidak dapat merasionalisasi itu lagi," tukasnya.

Tags