Jumat, 19 Mei 2017 22:15 WITA

"Stadion Mattoanging Milik Siapa?"

Editor: Adil Patawai Anar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Forum Bersama (Forbes) Wartawan Olahraga Makasar, bakal menggelar dialog terbuka dengan tema Stadion Mattoanging Milik Siapa? Diskusi ini akan dilaksanakan di Chetengan Coffee Shop, Jalan Monginsidi, Rabu pagi (23/5/2017).

Tampil sebagai pembicara yakni Prof Dr Zainuddin Taha, Pengurus Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS), Anggota DPRD Sulsel, dan sejumlah pemerhati olahraga di Makassar.

Sekretaris Panitia Agus Nyomba mengatakan, diskusi ini digelar sebagai wujud kepedulian wartawan olahraga Makassar terhadap minimnya sarana olahraga di Makassar.

"Kita ada Stadion Martoanging. Tapi sayang stadion ini sudah tidak terawat. Masyarakat juga bertanya-tanya, stadion itu milik siapa, YOSS atau Pemprov Sulsel," jelas jurnalis Harian Sindo Makassar ini.

Menurut Agus, dari lima kota terbesar di Indonesia,  Makassar sangat tertinggal dari aspek pembangunan sarana dan prasarana olahraga. Padahal Makassar memiliki banyak atlet potensial.

"Sayangnya sarana latihan  sangat terbatas," katanya.

Stadion Marttoanging saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Stadion ini dibangun tahun 1957 oleh Mayor Jendral Andi Matalatta untuk kepentingan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke IV.  Pembangunannya dibiayai oleh Pemerintah Republik Indonesia yang saat itu dipimpin Presiden Soekarno.

"Namun stadion dan seluruh eks venue PON itu kini dikuasai dan dikelola oleh YOSS. Karena tidak terawat kondisinya kini sangat memprihatinkan," katanya.  

Hal senada dikatakan Abdi Satria. Wartawan olahraga  senior mengaku miris dengan kondisi ini.

"Dibanding daerah lain, Makassar satu-satunya kota besar di Indonesia yang tidak memiliki stadion bertaraf internasional. Padahal, apa yang kurang dari kota ini. Pembangunan serba megah berkelas internasional ada di Makassar. Sederet gedung-gedung tinggi seakan berlomba mencakar langit Makassar. Masa stadion aja susah di bangun," cetusnya.

Menurut Abdi, Stadion Mattoanging satu-satunya stadion yang saat ini dijadikan markas oleh PSM sebenarnya sudah tidak layak. Itu karena stadion ini tidak dirawat.

"Seharusnya stadion ini dikembalikan kepada Pemprov Sulsel. Serahkan pengelolaannya pada Dispora Sulsel. Kalau SKPD ini yang kelola saya yakin Stadion Mattoanging akan terawat karena ada anggaran pemeliharaannya," papar Abdi.

Tidak hanya Stadion Mattoanging. Gelanggang Olahraga (GOR) dan kolam renang pun kondisinya sudah memprihatinkan.

"Padahal dulu ini menjadi asset yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat Sulsel. Tapi sayang kini kondisinya memprihatinkan, kumuh dan kusam  akibat tidak terawat dan dimakan usia," jelasnya.

Sementara Wartawan Olahraga Tribun Ilo mengatakan, PSM Makassar yang selama ini menjadikan stadion ini menjadi markas, memiliki berkontribusi besar dalam membiayai perawatan stadion hingga sekarang.

"Stadion ini juga pernah menjadi tempat penyelenggaraan Piala Champions Asia dibabak 8 besar. Saat itu  semua pertandingan di grup Asia Timur dihelat di stadion ini pada tahun 1999. Jadi sayang kalau nasibnya begini," pungkasnya.