20 April 2017 13:09 WITA

Kisah Amri Cs, Penakluk Buaya Sungai di Pangkep

Editor: Mulyadi Abdillah
Kisah Amri Cs, Penakluk Buaya Sungai di Pangkep
Warga saat menyaksikan buaya yang ditangkap oleh Amri dan dua rekannya di Kampung Lepangan, Kelurahan Sapanang, Kabupaten Pangkep.

RAKYATKU.COM, PANGKEP - Amri bersama dua rekannya, Basri dan Herman, menuai pujian warga Kampung Lepangan, Kelurahan Sapanang, Kabupaten Pangkep. Ketiga lelaki itu menjadi buah bibir usai menangkap seekor buaya yang selama ini membuat resah warga setempat.

Reptil di daerah itu dilaporkan telah melukai dua warga dan menerkam puluhan ternak bebek. Bagaimana cara Amri Cs menangkap buaya itu? 

Menurut Amri, ada tiga ekor yang selalu menampakkan diri. Namun, baru satu yang dapat ditangkap. 

"Sudah dua tahun kita berupaya menangkap buaya ini, namun usaha tersebut baru berhasil," kata Amri, Kamis (20/4/2017).

Amri mengaku, menangkap buaya yang telah membawa ketakutan bagi warga di kampungnya tersebut tidaklah mudah. Berkali-kali usahanya selalu gagal lantaran alat yang tidak memadai.

Namun, buaya kekar itu berhasil ditangkap pada Rabu sore, 19 April setelah membuat jebakan dari kail yang terbuat dari besi ukuran sedang yang dilengkapi tali sepanjang 30 meter dan dikaitkan disebuah pohon besar.

"Setelah buaya tersebut memakan umpan (bangkai bebek), buaya tersebut kita tangkap sekitar 15 menit. Itupun kita tunggu buaya capek usai mengamuk di sungai karena kailnya ikut ditelan, setelah capek baru kita tarik ke daratan," urai Amri.

Ia mengaku, upaya ini terpaska dilakukan lantaran tidak ada usaha yang dilakukan pemerintah kelurahan sekitar setelah mendapatkan laporan warga jauh-jauh hari.

Pun demikian, masih ada dua ekor buaya yang masih diburu warga. Bahkan ukurannya diperkirakan lebih besar dari yang telah ditangkap.

Keberadaan buaya tersebut, kata Amri membawa ketakutan warga. Karena selain sebagai tempat mencari ikan, sebagian besar penghasilan warga sekitar adalah dengan mengumpulkan pasir dari sungai tersebut.

"Dua orang warga yang pernah digigit buaya waktu itu mengira, bahwa yang sementara mendekat adalah sebuah kayu yang terseret air, tak lama kemudian dia diterkam di bagian kaki. Untungnya masih bisa menyelamatkan diri," demikian Amri.