Kamis, 23 Februari 2017 10:47 WITA

Polemik Putra Palakka vs Junior FC, Ini Kata Komdis PSSI Bone

Penulis: Herman
Editor: Mulyadi Abdillah
Polemik Putra Palakka vs Junior FC, Ini Kata Komdis PSSI Bone
Komdis PSSI Bone

RAKYATKU.COM, BONE - Perseteruan antara dua klub sepakbola di Kabupaten Bone, Putra Palakka vs Junior FC berbuntut panjang. Polemik ini sudah sampai ke meja Komisi Disiplin PSSI Bone.

Kejadian tersebut bermula ketika kedua klub ingin bertanding di Panyiwi Cup II 2017, Minggu (19/2).  Mereka saling protes terkait masalah keanggotaan pemain di Askab PSSI Bone. 

Tim Junior FC memilih tidak bertanding alias memboikot pertandingan dikarenakan disinyalir Putra Palakka bersekongkol dengan kubu panitia pelaksana. 

"Kami korban dari Panitia Pelaksana telah melanggar amanah yang telah dituangkan pada saat technical meeting. Pada saat itu, dibahas bahwa tim yang tidak mengantongi KIP (kartu identitas pemain) ataupun yang sudah expire tidak berhak untuk berlaga pada turnamen Panyiwi Cup, namun panitia melakukan pembiaran," ungkap Manager sekaligus Pelatih Junior FC, Irfan.

Parahnya lagi, lanjut Irfan, panitia enggan memberikan kemenangan pada tim Junior FC. "Padahal pada technical meeting disepakati bersama bahwa tim yang terlambat lebih dari 20 menit dianggap WO," katanya.

Komisi Disiplin PSSI kabupaten Bone, A Dedy Iswahyudi Muchlis mengungkapkan, pihaknya akan mengambil keputusan yang didasari pada keputusan mufakat dari tim berselisih. "Alhamdulillah, sudah ada titik terang," kata A Dedy yang juga pengurus KONI Bone, Kamis (23/2/2017). 

Terkait masalah yang diajukan oleh Tim Junior FC, Dedi menganggap tidak prosedural dikarenakan tidak melalui tahapan-tahapan sebagaimana diatur Pedoman Dasar PSSI Bone edisi 2015-2017. 

"Komisi Disiplin dalam mengambil keputusan, kita selalu dituntut untuk berpedoman pada aturan. Untuk melakukan protes terhadap pertandingan yang dianggap bermasalah harus melalui tahapan seperti, membuat laporan tertulis paling lama 2 jam setelah pertandingan berakhir," urai A Dedi. 

Senada diungkapkan Wakil Ketua PSSI Bone, Andi Hafid Mulana. Dikatakan, apa yang menjadi keputusan hari ini adalah keputusan yang paling baik dan paling bijak karena semua pihak telah menerima. 

"Kami menolak protes dari Tim Junior FC karena tidak melalui tahapan yang sudah ditetapkan," tegasnya.

Sekedar informasi, sepak bola di Kabupaten Bone memberlakukan KIP yang wajib dimiliki oleh para pemain sepakbola. Sifatnya mengikat pemain untuk selalu bermain pada klubnya secara menetap selama 1 musim kompetisi.

Loading...
Loading...

Berita Terkait