Selasa, 08 Oktober 2019 19:46 WITA

Tentang Kemungkinan Manchester United Degradasi di Akhir Musim

Editor: Nur Hidayat Said
Tentang Kemungkinan Manchester United Degradasi di Akhir Musim
Manchester United. (Foto: EWN)

RAKYATKU.COM - Manchester United tengah merasakan fase terburuknya di Liga Inggris sejak ditinggal Sir Alex Ferguson. Mungkinkan The Red Devils terdegradasi di akhir musim?

Laju MU pada awal musim ini memang jauh dari harapan. Mereka kini berada di posisi ke-12 klasemen dengan raihan 9 poin, hasil dua kali menang, 3 kali seri, dan menelan tiga kekalahan. Sebagai klub papan atas, mereka lebih dekat dengan zona degradasi.

Dengan perolehan 9 poin, MU hanya terpaut 2 poin dari Everton yang kini berada di posisi ke-18 atau zona merah. Sedangkan dengan Leicester City yang ada di peringkat keempat atau zona Liga Champions, mereka terpaut lima poin.

Jika tren negatif ini terus berlanjut, maka bukan tak mungkin MU akan mengalami kemungkinan terburuk, yakni terdegradasi. Sepanjang sejarah, MU memang sudah pernah turun kasta.

Itu terjadi pada musim 1973/7194, sewaktu masih ditangani Thomas Docherty. Seperti halnya musim ini, MU kala itu mengawali musim dengan hasil buruk, dengan hanya meraih 3 kemenangan dalam 10 laga.

Meski terdegradasi, manajemen MU kala itu tetap mempertahankan Docherty, yang berhasil membawa MU kembali promosi di musim berikutnya.

Akan tetapi, hal serupa tampak mustahil dilakukan direksi MU saat ini pada manajer mereka, Ole Gunnar Solskjaer. Apa jadinya bila MU benar-benar degradasi?

Labilnya penampilan MU saat ini membuat mereka diragukan untuk bisa merangkak ke papan atas. Terlebih banyaknya persoalan yang dihadapi, mulai dari krisis cedera, minim stok penyerang, hingga sulit mencetak lebih dari satu gol di tiap laga.

Loading...

Meski terlalu dini, kemungkinan degradasi itu nyata. Ole pun diprediksi akan dipecat jika MU terus gagal meraih kemenangan.

Tagar #OleOut sudah ramai di media sosial selepas MU takluk 0-1 dari Newcastle, Minggu (6/10/2019). Sejumlah nama secara liar sudah dimunculkan media-media Inggris untuk menggantikannya, mulai dari Max Allegri hingga Arsene Wenger.

Tak sepeti Docherty, Ole harus berbenah dengan waktu yang tak banyak. Jeda internasional kali ini harus dipakainya untuk menambal lubang-lubang yang ada dalam permainan MU agar kembali tampil efektif dan meraih kemenangan. Terlebih MU akan berjumpa dengan pemuncak klasemen, Liverpool, tepat seusai jeda internasional, Minggu (20/10).

Apabila berhasil meraih kemenangan dan terus mendapat hasil baik sampai akhir tahun, Ole bisa menggunakan bursa transfer Januari untuk kembali membangun tim. 

Namun, apabila hasil negatif terus menyelimuti MU, bisa saja ia harus menikmati Natal sebagai seorang pengangguran.

Sumber: Detik.com

Loading...
Loading...