Rabu, 11 September 2019 23:50 WITA

Strategi untuk Bongkar Pertahanan PSIS Gagal, Pelatih PSM Kesal

Penulis: Rizal - Arfa Ramlan
Editor: Abu Asyraf
Strategi untuk Bongkar Pertahanan PSIS Gagal, Pelatih PSM Kesal
Ferdinand Sinaga menenangkan rekannya Willem Pluim dalam laga melawan PSIS Semarang, di Stadion Andi Mattalatta, Rabu (11/9/2019). (FOTO: ARFA RAMLAN/RAKYATKU.COM)

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic tak habis pikir anak asuhnya bisa dikalahkan PSIS Semarang dengan skor tipis 0-1. 

Laga tunda pekan ke-11 Liga 1 2019 itu di gelar di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Rabu (11/9/2019).

Padahal, kata Darije, beberapa hari sebelum pertandingan dirinya sudah memprediksi bahwa tim Mahesa Jenar, julukan PSIS, akan tampil defensif dengan rapat di semua lini.

"Sudah lama kita bicarakan kalau PSIS datang dengan tujuan untuk bertahan atau defensif. Terbukti, mereka main kompak dan sangat rapat. Nyaris tak ada space yang mereka sisakan," ungkap Darije dalam sesi jumpa pers usai pertandingan.

Antisipasi pun sudah disiapkan oleh pelatih asal Bosnia Herzegovina itu. Dirinya menginstruksikan kepada Willem Jan Pluim cs untuk bermain cepat demi membongkar rapatnya pertahanan PSIS tersebut.

Strategi untuk Bongkar Pertahanan PSIS Gagal, Pelatih PSM Kesal

Loading...

"Sayangnya kita tidak dapat bermain cepat. Sirkulasi bola yang kita punya tidak cukup untuk membuat space mereka terbuka sedikit saja. Ini juga karena kondisi lapangan tidak memungkinkan untuk kita memperagakan permainan cepat. Kita bisa lihat pemain melakukan kesalahan pada saat melakukan dua atau tiga kali kontrol. (Kesalahan) itu justru menguntungkan lawan," bebernya.

Gol yang dicetak PSIS pun, kata Darije, juga merupakan bagian dari kesalahan-kesalahan kontrol pemain.

"Mereka (PSIS) membuat gol karena kita memang yang memberikan gol ini kepada mereka," ketusnya.

Meskipun demikian, Darije enggan larut dalam kekalahan tersebut. Ia pun mengaku akan menjadikan kekalahan ini sebagai bahan evaluasi timnya ke depan.

"Kita harus jadikan ini sebagai pelajaran ke depannya," kuncinya.
 

Loading...
Loading...