Minggu, 28 Juli 2019 19:05 WITA

Momen Kala Penundaan Laga Diumumkan, "Nadi" Mattoanging Berhenti Berdenyut

Penulis: Rizal - Arfa Ramlan
Editor: Mays
Momen Kala Penundaan Laga Diumumkan,
Spanduk raksasa yang dibentangkan suporter, sedianya menyambut tim Persija Jakarta. Sayang laga leg 2 Final Piala Indonesia sore ini ditunda. (Foto: Arfa Ramlan/Rakyatku.com)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Induk sepakbola tanah air, PSSI memutuskan untuk menunda laga leg kedua final Piala Indonesia 2019 antara PSM Makassar menjamu Persija Jakarta.

Laga yang sedianya dihelat di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (28/7/2019) sore ini, ditunda dengan alasan faktor keamanan. Persija memilih kembali ke Jakarta dan tidak hadir di stadion. 

Rakyatku.com mencoba merunut kronologi penundaan laga tersebut. Sejak Minggu siang (28/7/2019) pukul 12.00 hingga pukul 14.30 Wita tadi, tak ada sinyal sama sekali laga tersebut akan ditunda. 

Puluhan ribu suporter mulai memadati halaman depan stadion. Pintu masuk stadion dibuka oleh panpel mulai pukul 13.00 Wita. 

Momen Kala Penundaan Laga Diumumkan,

Suporter PSM yang berasal hampir dari seluruh daerah di Sulawesi Selatan itu mulai mengantre dengan tertib. Baik di depan tribun VIP utama, selatan, utara maupun tribun terbuka.

Terkonfirmasi, 15 ribu tiket ludes terjual meski dengan harga yang sangat fantastis.

Sekitar 4 ribu aparat keamanan juga telah bersiap. Baik di luar maupun di dalam lapangan. Anjing pelacak pun turut disiagakan.

Momen Kala Penundaan Laga Diumumkan,

Suporter yang sudah masuk ke stadion pun mulai menyanyikan yel-yel. Anthem PSM diputar dengan keras. 

Pukul 14.30 Wita, master of ceremony (MC) pertandingan muncul dengan kabar yang tak terduga.

"Hadirin sekalian, ada informasi dari manajemen Persija bahwa mereka menolak bertanding dengan alasan keamanan. Untuk informasi resminya akan kita tunggu beberapa saat ke depan," demikian bunyi informasi dari MC lapangan.

Momen Kala Penundaan Laga Diumumkan,

Sontak, puluhan ribu suporter PSM yang sudah memadati stadion meski jadwal kick off masih dua jam lagi langsung kaget. 

Namun, harapan bahwa laga akan tetap dilangsungkan belum padam.

Setengah jam kemudian, informasi resmi dari PSSI mendarat. Laga dibatalkan demi dengan alasan faktor keamanan dan kenyamanan.

"Dan saat ini tim Persija sudah dalam perjalanan pulang ke Jakarta. Untuk mekanisme pengembalian tiket dan sebagainya akan diumumkan selanjutnya," tambah MC lapangan di akhir pengumumannya.

Seketika denyut nadi Mattoanging terhenti. Tak ada nyanyian dan yel-yel. Puluhan suporter PSM yang sejak beberapa minggu terakhir telah menyiapkan diri demi menyaksikan PSM berlaga harus kecewa. 

loading...

Berebut tiket online, sampai harus membayar tiga kali lipat untuk pembelian melalui calo dibayar dengan penundaan laga. 

Sebagian dari mereka bahkan harus menempuh perjalanan jauh dari daerah demi menyaksikan PSM bertanding.

Beberapa ekspresi yang sempat direkam Rakyatku.com menunjukkan kekecewaan. Tak terkecuali para dedengkot pentolan suporter PSM. 

Momen Kala Penundaan Laga Diumumkan,

Daeng Uki, misalnya. Panglima Laskar Ayam Jantan (LAJ) itu duduk tak kuasa menahan air matanya di samping putranya, Jayalah PSM Reski Ilahi.

Demikian pula dengan Sekretaris Jenderal Red Gank, Sadat yang cukup menyayangkan laga ini ditunda.

"Keamanan siap, panpel siap, kenapa mesti ditunda. Harusnya PSM menang WO," ketusnya di pinggir lapangan.

Momen Kala Penundaan Laga Diumumkan,

Setelah lama hening, CEO PSM, Munafri Arifuddin didampingi oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb dan Kapolrestabes Makassar, Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo, masuk ke tengah-tengah lapangan.

Saat itu, semangat suporter PSM kembali bangkit. Mengetahui jika tak ada lagi harapan laga akan dilangsungkan, tak menyurutkan semangat puluhan ribu suporter PSM untuk mendukung tim kesayangannya.

Yel-yel maupun koreo yang telah disiapkan khusus untuk laga ini tetap mereka tampilkan.

"PSM juara...PSM juara," koor panjang tersebut menggema di seantero stadion.

Momen Kala Penundaan Laga Diumumkan, ???????

Berdasarkan pantauan Rakyatku.com, suporter mulai berbondong-bondong meninggalkan stadion pada pukul 17.30 Wita. 

Raut kekecewaaan tampak jelas di wajah-wajah mereka. Harapan untuk melihat PSM mengangkat trofi juara setelah puasa gelas 19 tahun lamanya harus kembali tertunda. 

Tentunya, bukan karena kalah di lapangan.

Loading...
Loading...