Jumat, 28 Juni 2019 14:32 WITA

Pemain Napoli Ingin Dampingi Istri Melahirkan, Sarri: Tidak, Kamu Tak Boleh Pergi

Editor: Nur Hidayat Said
Pemain Napoli Ingin Dampingi Istri Melahirkan, Sarri: Tidak, Kamu Tak Boleh Pergi
Kalidou Koulibaly (kiri) dan Maurizio Sarri saat masih membesut Napoli. (FotoL ootball5star)

RAKYATKU.COM - Kalidou Koulibaly punya cerita soal sosok mantan pelatihnya di Napoli, Maurizio Sarri. Menurut sang pemain, pelatihnya itu adalah "orang gila".

Koulibaly menghabiskan kebersamaannya dengan Sarri selama tiga tahun di Napoli. Dalam kurun waktu itu, bek 28 tahun tersebut jadi andalan Sarri.

Koulibaly pun berbagi kisah soal momen yang tak terlupakan dengan Sarri. Kala itu, pria asal Senegal tersebut meminta izin ke Sarri untuk ke klinik karena sang istri mau melahirkan anak pertamanya.

Apa yang kemudian terjadi? Sarri tak mengizinkannya. Sebab, ketika itu tim sedang berdiskusi taktik untuk melawan Sassuolo. Perdebatan antar keduanya pun terjadi.

"Bagian terbaik bagiku adalah ketika putraku lahir di sini. Dan aku tidak akan pernah melupakan hari itu, karena itu adalah kisah gila yang meringkas segalanya tentang Napoli," kata Koulibaly dalam wawancaranya dengan The Players Tribune.

"Istriku pergi ke klinik di pagi hari, dan kami bermain melawan Sassuolo di kandang pada malam harinya. Kami sedang sesi analisis video, dan ponselku terus bergetar. Aku biasanya mematikannya, tetapi aku mengkhawatirkan istri," bebernya.

"Dia menghubungiku lima atau enam kali. Pelatih kami saat itu adalah Maurizio Sarri. Dia pria yang sangat intens. Jadi aku tidak mau menjawab."

"Akhirnya, aku berlari keluar dan mengangkat telepon dan istri berkata, 'Kamu harus datang sekarang. Putra kita akan lahir.'

"Aku kemudian ke Sarri dan berkata, 'Tuan, aku minta maaf, tapi aku harus pergi sekarang! Anakku akan lahir!' Sarri menatapku dan berkata, 'Tidak, tidak, tidak. Aku membutuhkanmu malam ini, Kouli. Aku sangat membutuhkanmu. Kamu tidak boleh pergi.'

Loading...

Koulibaly lalu memberi penjelasan kepada Sarri bahwa itu adalah momen kelahiran anak pertamanya. Sarri akhirnya memberi izin dengan syarat Koulibaly harus kembali untuk pertandingan melawan Sassuolo.

"Aku tiba di klinik pada siang hari, dan terima kasih Tuhan, pada pukul 1:30, lahirlah Neapolitan. Kami menamainya Seni. Itu adalah hari paling bahagia dalam hidupku."

"Pukul 4 sore, aku mendapat telepon dari Sarri. Orang ini ... Anda harus mengerti ... dia gila. Aku mengatakan ini dengan maksud yang baik, tetapi dia gila! Dia bilang, 'Kouli, apakah kamu akan kembali?! Aku sangat membutuhkanmu! Tolong!' 

"Istriku masih istirahat, dan dia mungkin membutuhkanku juga. Tapi aku tidak ingin mengecewakan rekan satu tim karena aku sangat mencintai mereka. Aku suka kota Napoli. Aku mendapat restu dari istri kemudian pergi ke stadion."

"Jadi aku bersiap-siap untuk bermain, dan Sarri datang ke ruang ganti dan memasang daftar susunan tim. Dan aku mencari ... mencari ... mencari .... Nomorku kok tidak ada di sini. Aku berkata, 'Tuan! Apakah kamu bercanda?' Dia berkata, 'Apa? Itu adalah pilihanku.'

"Dia menempatkanku di bangku cadangan! Aku berkata, 'Tuan! Anakku! Istriku! Aku meninggalkan mereka! Anda bilang Anda membutuhkanku!' Dia berkata, 'Ya, kami membutuhkanmu di bangku cadang.'

"Semua drama itu. Sekarang aku jadi mengingatnya lagi dan aku jadi mau tertawa. Tetapi pada saat itu, aku mau menangis. Mungkin Anda berpikir ini adalah cerita negatif. Tapi bagiku, kisah ini adalah segalanya yang aku sukai tentang Napoli. Jika aku harus menjelaskannya, maka Anda tidak akan mengerti. Itu seperti mencoba menjelaskan lelucon," Koulibaly menegaskan.

Sarri sudah tak melatih Napoli sejak musim panas 2018. Dia pergi ke Chelsea dan kini jadi nakhoda Juventus.

Loading...
Loading...