Selasa, 18 Juni 2019 17:57 WITA

Ditangkap Polisi, Ini Inovasi Michel Platini yang Diterapkan hingga Sekarang

Editor: Abu Asyraf
Ditangkap Polisi, Ini Inovasi Michel Platini yang Diterapkan hingga Sekarang
Michel Platini (kanan) bersama Diego Maradona kala masih aktif bermain. Platini di Juventus, sementara Maradona di Napoli.

RAKYATKU.COM - Polisi akhirnya menangkap mantan Presiden UEFA, Michel Platini. Dia dituduh terlibat dugaan korupsi pemilihan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Dikutip dari Independent, Platini ditangkap Kepolisian Prancis di Wilayah Nanterre, Paris, pada Selasa pagi (18/6/2019) waktu setempat.

Platini ditangkap sebagai bagian dari investigasi dugaan korupsi terkait korupsi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Platini sudah dihubungkan dengan kasus korupsi Piala Dunia 2022 sejak 2015. Ketika itu mantan pemain Juventus tersebut dituduh menerima uang US$2 juta dari mantan Presiden FIFA Sepp Blatter untuk mendukung Qatar menjadi tuan rumah.

Platini yang menjadi Presiden UEFA sejak 2007 hingga mundur pada 2016 kemudian dinyatakan bersalah oleh Komite Etik FIFA dan dihukum enam tahun larangan beraktivitas di sepak bola. 

Setelah melakukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS), hukuman Platini berkurang menjadi empat tahun dan berakhir Oktober 2019.

Kini Platini terancam kurungan penjara jika terbukti bersalah terlibat korupsi pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022.

Sebelumnya, sejumlah petinggi FIFA ditahan karena kasus korupsi Piala Dunia 2022 yakni adalah Jeffrey Webb, Eduardo Li, Julio Rocha, Costas Takkas, Jack Warner, dan Eugenio Figueredo.

Platini tercatat pernah memenangkan tiga gelar Ballon d'Or. Dia juga dikenal inovatif saat memimpin induk organisasi sepak bola Eropa itu.

Platini sempat mewacanakan ide penggunaan 6+5 pemain di klub Eropa. Maksunya, ada enam pemain lokal dan lima pemain asing untuk sebuah tim di Eropa.

Loading...

Dia juga sempat punya gagasan unik untuk mengubah sistem kartu kuning. Platini berniat mengadopsi peraturan di olahraga rugby. Peraturan bernama sin-bin.

Aturan sin-bin akan membuat pemain yang terkena kartu kuning keluar dari lapangan sementara selama beberapa menit. Namun hingga saat ini, peraturan tersebut tidak diterapkan di sepak bola.

Pada 2014, Michel Platini menggodok aturan baru mengenai penerapan kartu berwarna putih dalam sebuah pertandingan sepak bola. Kartu tersebut, kata Platini, berfungsi untuk menghukum pemain yang melancarkan protes keras kepada wasit.

"Hukumannya, bagi pemain di lapangan yang menerima kartu ini harus menepi ke bangku cadangan, dan tidak diperbolehkan main dalam waktu 10 menit,” ujar Platini. 

Sayang hingga tugasnya sebagai Presiden UEFA berakhir, ide itu tak pernah diterapkan.

Platini juga sempat berniat mengurangi jumlah tim Italia, Inggris, dan Spanyol yang berpartisipasi dalam Liga Champions maksimal tiga tim, bukannya empat. Gagasan itu tidak pernah terjadi.

Satu-satunya yang diberlakukan adalah aturan transfer pemain di bawah 18 tahun. Dia menyebutnya sebagai perdagangan anak.

"Membayar anak untuk menendang bola tidak jauh berbeda dengan membayar anak untuk bekerja di pabrik," kata Platini pada 18 Februari 2009.

Ide itu pun berhasil diterapkan di UEFA. Kini banyak tim yang terkena sanksi akibat melakukan transfer pemain di bawah 18 tahun.

Loading...
Loading...