Minggu, 02 Juni 2019 15:02 WITA

Tentang Peluang Van Dijk Sabet Ballon d'Or

Editor: Nur Hidayat Said
Tentang Peluang Van Dijk Sabet Ballon d'Or
Virgil van Dijk. (Foto: Joe)

RAKYATKU.COM, MADRID - Virgil van Dijk berhasil mengantar Liverpool ke tangga juara Liga Champions musim ini. Perannya amat vital. Pantaskah diganjar Ballon d'Or?

Datang dari Southampon pada Januari 2018, Liverpool mesti membayar Van Dijk 75 juta poundsterling yang menjadikannya bek termahal dunia. Nyatanya, Van Dijk langsung jadi pilar utama lini belakang Liverpool. 

Musim ini, Liverpool memang gagal bersaing dengan Manchester City untuk menjuarai Liga Inggris karena berselisih satu poin.

Namun, Van Dijk dianugerahi gelar pemain terbaik Liga Inggris, baik dari Asosiasi Pesepakbola Profesional Inggris (PFA) maupun operator kompetisi.

Kepiawaian memimpin lini pertahanan Liverpool sehingga kiper Alisson Becker hanya kebobolan 22 gol adalah salah satu alasannya.

Van Dijk kemudian membayar tuntas ketika membawa Liverpool menang 2-0 atas Tottenham Hotspur di laga final Liga Champions, Minggu dini hari Wita (2/6/2019). Sang pemain tampil ciamik pada laga ini.

Opta mencatat Van Dijk tidak pernah membiarkan pemain lawan melewatinya dalam duel satu lawan satu di 64 pertandingan terakhirnya. 

Loading...

Salah satu aksi yang memukau ketika dia menyetop akselerasi Son Heung-Min di menit ke-71 meski sempat tertinggal satu langkah dari lawannya itu.

Dengan trofi Liga Champions, Van Dijk pun disebut-sebut pantas untuk meraih gelar pemain terbaik dunia atau Ballon d'Or.

Namun, Van Dijk coba merendah dan menyebut Lionel Messi masih lebih pantas memenangi gelar itu. Padahal trofi Liga Champions kerap jadi syarat utama pemain bisa memenangi gelar pemain terbaik dunia itu.

"Saya rasa Messi pemain terbaik dunia saat ini. Dia pantas mendapatkan itu selama masih bermain, jadi saya tidak memikirkan Ballon d'Or sama sekali,. Tentu saja saya ingin jika itu memang terjadi, tapi saya rasa tidak ada peluang sama sekali," ujar Van Dijk di Sportskeeda.

"Dia masih jadi pemain terbaik dunia. Tidak peduli apakah dia tampil atau tidak di final Liga Champions."

Loading...
Loading...