Minggu, 28 April 2019 17:03 WITA

Gelandang Bhayangkara FC: PSM Mau Main Keras, Kami Juga Bisa

Editor: Abu Asyraf
Gelandang Bhayangkara FC: PSM Mau Main Keras, Kami Juga Bisa
Eero Markkanen dimatikan pemain Bhayangkara FC.

RAKYATKU.COM - Bhayangkara FC sedang di atas angin usai mengalahkan PSM 4-2 pada laga leg pertama babak 8 besar Piala Indonesia, Sabtu (27/4/2019). Mereka tinggal butuh hasil seri untuk lolos ke semifinal.

Kondisi lapangan Stadion PTIK, Jakarta yang buruk membuat permainan PSM sulit berkembang. Buktinya, dalam 15 menit awal, Willem Jan Pluim sudah kebobolan dua gol.

PSM sempat menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada babak kedua. Namun, hasil itu hanya bertahan satu menit. Dua gol tambahan Bhayangkara FC di babak kedua membuat PSM harus kerja keras untuk lolos ke semifinal.

Dalam laga itu, empat gol The Guardian dicetak Muhammad Nur Iskandar di menit ke-11, Dendy Sulistyawan menit ke-16, Vendry Mofu menit ke-66 dan Herman Dzumafo pada menit ke-89. Sementara dua gol PSM dibukukan Willem Jan Pluim di menit ke-40 dan Zulham Zamrun pada menit ke-64.

"Kami main bagus dengan kerja keras, meski pertandingan ini tergolong sulit. Hasil ini menjadi motivasi bagi kami untuk pertandingan berikutnya. Kami unggul, dan itu postif buat kami menghadapi leg kedua," kata pelatih Bhayangkara FC, Alvredo Vera.

Alvredo mengatakan timnya akan bermain menyerang pada leg kedua di kandang PSM, Stadion Andi Mattalatta, Jumat (3/5/3019).

Loading...

"Kami tentu tidak akan bertahan, karena kami ingin menang mutlak. Kami tidak boleh meremehkan lawan, mereka kerja keras. Mereka bermain pantang menyerah," lanjut Alvredo seperti dikutip dari laman resmi PSSI.

Gelandang Bhayangkara FC, Muhamad Hargianto juga berjanji bekerja lebih keras di kandang PSM. Dia mengaku tidak khawatir dengan permainan keras yang bakal dimainkan PSM untuk memaksakan lolos ke semifinal.

"Jika mereka (PSM) bermain keras, kami juga bisa. Yang penting kami akan bekerja keras," tegas Hargianto.

Pelatih PSM Darije Kalezic menyebut kekalahan timnya dipicu kesalahan pada awal dan akhir pertandingan. Padahal, kesalahan di awal sempat ditebus dengan menyamakan kedudukan.

"Kami tidak memulai pertandingan dengan baik. Secara fisik dan mental kami sedang tidak bagus. Pertandingan selanjutnya mungkin akan menjadi sulit buat kami," kata pelatih asal Bosnia itu.

Loading...
Loading...