Rabu, 20 Februari 2019 20:47 WITA

Bos PSM Makassar Sebut Buwas Layak Pimpin PSSI, Erick Thohir Jadi Menteri

Penulis: Sutrisno Zulkifli
Editor: Aswad Syam
Bos PSM Makassar Sebut Buwas Layak Pimpin PSSI, Erick Thohir Jadi Menteri
Munafri Arifuddin

RAKYATKU.COM, MAKASSAR -- CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, meminta agar Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (Jokodri) segera mundur. Ia beralasan, Jokodri harus fokus terhadap perkara hukum yang disangkakannya saat ini.

"Untuk konsentrasi menghadapi kasus yang menimpa beliau, beliau seharusnya mundur. Biar seluruh kegiatannya (PSSI) tidak terhambat," kata Munafri, saat ditemui di Stadion Andi Mattalatta, pada Rabu (20/2/2019).

Seperti diketahui, Jokodri ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Antimafia Bola Polri. Jokodri dianggap sebagai otak atas pengrusakan barang bukti pengaturan skor sepak bola yang kini diusut oleh Satgas.

"Karena jangan sampai tiba-tiba harus rapat (di PSSI), bertepatan dengan jadwal pemanggilan dan sebagainya. Jadi supaya lebih konsentrasi saja, biar lebih cepat selesai persoalannya," jelas Appi, sapaan akrabnya.

Appi pun mengomentari perihal rapat PSSI beberapa waktu lalu, yang dipimpin langsung Jokodri, untuk menjadwalkan Kongres Luas Biasa (KLB).

"KLB harus kita laksanakan, tapi jangan dulu, nanti setelah 17 April (Pemilu). Setelah itu, baru kita duduk sama-sama untuk merancang itu. Tempatnya di mana pun," tegas Appi. 

Loading...

Lantas, siapa yang diinginkan Appi pimpin PSSI?

"Saya sangat berharap Calon Ketua Umum PSSI, seperti sosok Budi Waseso. Beliau memiliki pengalaman dalam memimpin lembaga," ungkap Appi.

Bagi Appi, anggota PSSI banyak berkompeten. Makanya, menurut Appi, dibutuhkan seorang figur yang tepat dalam memimpin, khususnya yang dianggap memiliki integritas seperti mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu.

"Sekarang kita hanya butuh seorang pemimpin yang bagus dan tegas. Kalau pengurus, sangat banyak yang di PSSI. Tapi kita butuh pucuk pemimpin saat ini," jelasnya.

Ditanya terkait sosok Erick Thohir, Appi punya pandangan tersendiri. "Kalau Pak Erick lebih layak menjadi menteri (RI)," sarannya.

Loading...
Loading...