Rabu, 09 Januari 2019 12:08 WITA

Bukan "Sim Salabim", Timnas Indonesia U-22 Pertimbangkan Pelatih Khusus Penyerang

Editor: Nur Hidayat Said
Bukan
Indra Sjafri saat memimpin latihan timnya. (Foto: Detik.com)

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Pelatih Tim Nasional Indonesia U-22, Indra Sjafri, tengah mempertimbangkan mencari pelatih khusus demi meningkatkan performa penyerang di skuatnya.

"Kalau untuk latihan, di tim saya ada Nova (Arianto, asisten Timnas Indonesia U-22) yang lebih paham tentang bagaimana untuk bertahan. Dan tidak tertutup kemungkinan nanti saya panggil pelatih (khusus penyerang) untuk mendatang," kata Indra usai memimpin latihan tim dikutip CNNIndonesia.com, Rabu (9/1/2018).

Timnas Indonesia U-22 telah melakoni hari ketiga pemusatan latihan di Lapangan ABC Gelora Bung Karno (GBK) Rabu (9/1/2018) untuk persiapan Piala AFF U-22 2019.

"Mungkin ya (pelatih khusus penyerang), mungkin tidak. Kita lihat nanti, dan jangan dipikir juga kami bikin pemain itu 'sim salabim'. Yang penting dengan kepelatihan sekarang, kami berharap penyerang kami bisa lebih baik. Dan ini tidak hanya striker, yang lain juga kami perbaiki," tutur Indra.

Lini depan Timnas Indonesia memang sering dikritik karena lemah dalam penyelesaian akhir. Itu terlihat dalam sebagian besar laga uji coba atau turnamen internasional sepanjang 2018.

Imbasnya, Indra tidak lagi memanggil beberapa penyerang yang ia panggil sebelumnya, untuk ikut menjalani pemusatan latihan. Harapannya adalah penyerang lain bisa memperbaiki catatan buruk di masa lalu.

"Saya degradasi pemain (Timnas Indonesia U-19) yang saya pegang pada waktu itu: Rafli (Mursalim) dan (Hanis) Sagara yang tidak masuk susunan pemain kali ini. Dan saya harap, akan ada perbaikan dari penyerang yang saya panggil di sini nanti," katanya.

Adapun nama-nama penyerang yang dipanggil Indra dalam tahap pertama pemusatan latihan antara lain Billy Keraf (Borneo FC), Yoga Pratama (PSIM Yogyakarta), Dalmiansyah Matutu (Arema FC), Dimas Drajad (PS TIRA), Beni Oktaviansyah (Kalteng Putra), Marinus Wanewar (Bhayangkara), Ezra Walian (RKC Waalwijk), Septian Satria Bagaskara (Persik Kediri), dan M Rafli (Arema FC).