Kamis, 27 Desember 2018 16:11 WITA

"Saya Bongkar Semuanya", Anggota Exco PSSI Ditangkap, Siapa Selanjutnya?

Editor: Nur Hidayat Said
Ilustrasi. (IST)

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Manajer Persekam Metro FC, Bambang Suryo (BS), berjanji akan "bernyanyi" membongkar praktik mafia sepak bola Indonesia. Sebelumnya, ia sudah dijatuhi larangan terlibat aktivitas sepakbola seumur hidup.

"Sanksi apa, kenapa justru begitu. Ini jelas sepihak yang ditujukan kepada saya," ujar Bambang dikutip Detik.com, Kamis (27/12/2018). 

Bambang tak mengelak terlibat dalam pengaturan pertandingan, tetapiitu dilakukannya pada kurun waktu 2011-2015.

"Saya ini lagi ingin mengajak semua bertobat. Dan membersihkan praktik-praktik yang merusak citra sepak bola Indonesia," kata Bambang.

Bambang mengklaim tak pernah menerima surat keputusan tersebut sampai hari ini. Ia juga kesal karena PSSI tak pernah memeriksa atau meminta kesaksian dari dia. 

"Saya tak pernah dapat surat keputusan itu, panggilan juga gak ada. Tiba-tiba disanksi, saya akan melawan pastinya. Sekarang justru saya berpikir, jika memang di korbankan dalam persoalan ini," tutur Bambang.

"Jangankan dipanggil Komdis atau federasi, dipanggil setan, iblis atau siapapun saya akan datang, bila itu menyangkut diri saya," ujar pria asal Malang, Jawa Timur, ini.

"Tetap semangat dan langkah untuk ke sana akan ada. Saya juga akan terus terlibat dalam Persekam Metro FC, karena saya mencintai sepakbola dan Indonesia. Nanti akan saya bongkar semuanya," ungkapnya.

Loading...

BS dinyatakan terlibat pengaturan skor. Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi yang tertuang dalam surat bernomor 024/L3/SK/KD-PSSI/XII/2018 pada Rabu (26/12/2018). Bahwa Komdis PSSI menguatkan keputusan Komdis PSSI tahun 2015 lalu, dengan merujuk kepada pasal 72 ayat (4) jo. pasal 141 Kode Disiplin PSSI.

Sementara itu, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng ditangkap pihak Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan pengaturan skor sepak bola nasional.

Johar Lin Eng ditangkap di area kedatangan Bandara Halim Perdana Kusuma sekitar pukul 10.12 WIB setelah tiba dari Solo, Jawa Tengah. Johar Lin Eng kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya.

Sebelumnya dalam acara Mata Najwa di Trans7, Johar Lin Eng dituduh Bupati Banjarnegara Budhi Warsono dan manajer Persibara Banjaregara Lasmi Indrayani meminta uang Rp500 juta untuk menjadi tuan rumah fase gugur Liga 3.

Johar Lin Eng yang merupakan Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah juga dituduh menjadi perantara dengan mafia berinisial Mr P. Budhi mengaku pihak Persibara menghabiskan uang hingga Rp1,3 miliar.

Salah satu Anggota Exco PSSI, Gusti Randa, juga membenarkan kabar telah ditangkapnya Johar Lin Eng oleh Polda Metro Jaya.

"Betul [kabar Johar Lin Eng ditangkap]. [Saya dapat info] dari kawan Exco juga. Tindakan selanjutnya sedang diurus dari pihak kesekjenan," ujar Gusti Randa kepada CNNIndonesia.com.

Loading...
Loading...