Sabtu, 22 Desember 2018 19:22 WITA

Menang Adu Penalti Lawan Persiter Ternate, Pelatih PSM: Kami Banyak Blunder

Penulis: Sutrisno Zulkifli
Editor: Aswad Syam
Menang Adu Penalti Lawan Persiter Ternate, Pelatih PSM: Kami Banyak Blunder
Aksi Zulham Zamrun membela klubnya PSM. Tadi, meski melawan mantan klub tanah kelahirannya, Zulham tetap total.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR -- Pelatih PSM Makassar, Syamsuddin Batola bersyukur, timnya mampu menang atas tuan rumah Persiter Ternate, pada babak 64 besar Piala Indonesia, yang berlangsung di Stadion Gelora Kie Hara, Sabtu (22/12/2018).

Skuat PSM yang dipimpin Zulham Zamrun, harus mengakhiri pertandingan lewat adu penalti, dengan skor 2-3, setelah pada menit 90, pertandingan berakhir dengan skor imbang 3-3.

"Kami mensyukuri kemenangan (ini), walaupun dengan susah payah meraih kemenangan itu," kata Syamsuddin, dalam sesi jumpa pers usai pertandingan. 

Menurutnya, anak asuhnya yang sempat unggul 2-0 pada babak pertama, mendapat perlawan sengit oleh Persiter di babak kedua. Hasilnya, beberapa kali blunder para pemainnya, membuat Hilman Syah yang berada di bawah mistar gawang, harus memungut bola di dalam jaring sebanyak tiga kali.

"Kelihatan permainan pemain saya di babak kedua tertekan, dengan permainan Persiter yang begitu cepat. Akhirnya ada beberapa pemain saya membuat blunder," ucapnya. 

Pada menit-menit babak kedua, blunder pertama dilakukan oleh Ardan Aras. Ardan yang bermain-main di kotak penalti, direbut bolanya oleh lawan. Ardan pun sempat ingin merebut kembali. Namun, Ardan yang menarik si perebut bola terjatuh. Wasit pun dengan sigap meniup peluit sembari menunjuk titik putih. Skor akhirnya berubah menjadi 2-1. 

Tak lama berselang, lewat skema serangan yang cukup baik, Persiter akhirnya menyamakan kedudukan.

Loading...

"Tapi setelah itu, dia (pemain) kembali lagi dan membuat serangan yang cukup bagus akhirnya leading, lalu dibalas lagi (jadi imbang). Itu bola (gol) blunder yang selalu membaut kita kebobolan," jelas Syamsuddin.

Begitu pula gol ketiga. Gol yang menyamakan kedudukan tersebut dieksekusi oleh pemain Persiter lewat tendangan bebas.

Sementara itu, Zulham yang juga merupakan putera daerah, mengaku bangga bisa bermain dengan mantan klub. 

"Bagi saya, pertandingan tadi menarik karena ada perlawanan dari adek-adek saya di Persiter. Mereka bermain cukup baik pada hari ini. Di babak kedua, mereka bisa memberikan perlawanan kepada kita, sehingga kita harus mengakhiri pertandingan ini dengan adu penalti," ucapnya.

"Ini pertama kali saya bermain melawan tim di kampung saya sendiri, setelah 12 tahun berkarier sebagai pemain profesional," demikian Zulham.

Loading...
Loading...