Selasa, 11 Desember 2018 21:42 WITA

"Belajarlah Dari Kesalahanmu," Pesan Menohok Steven Paulle untuk PSSI

Penulis: Rizal
Editor: Fathul Khair Akmal
Steven Paulle. (Foto: Goal)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Liga 1 Indonesia 2018 sudah usai. Persija Jakarta keluar sebagai juara, disusul PSM Makassar sebagai runner up.

Meski gagal merengkuh gelar juara, namun Liga 1 2018 nampaknya sangat berkesan bagi bek tangguh PSM Makassar, Steven Paulle. Selain karena gagal menjadi kampiun secara dramatis, isu match fixing yang mendera kompetisi kasta tertinggi di Indonesia ini nampaknya meninggalkan kesan tersendiri baginya.

Stopper berkebangsaan Prancis tersebut pun menyampaikan uneg-unegnya lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Selasa (11/12/2018). Secara gamblang, Paulle menggambarkan mengenai keindahan sepakbola dimatanya.

"Sepakbola itu luar biasa. Sepakbola membuat banyak perasaan. Senang, harapan dan juga kesedihan. Sepakbola mengajarkan kita integritas, keberanian, loyalitas, berbagi dan yang paling penting adalah respek. Sepakbola adalah contoh yang baik untuk anak anak kita dan generasi selanjutnya. Sepakbola memberi secercah harapan dimata setiap anak anak. Tapi pertama-tama, sepakbola mengajarkan kita bagaimana menjadi seorang lelaki," tulis Paulle dalam caption-nya sembari memposting foto putra ciliknya yang mengenakan kostum PSM.

Entah merasa keindahan sepakbola tersebut telah dirusak oleh oknum federasi sepakbola di Indonesia, Paulle lantas menyerukan perubahan di tubuh PSSI dan penyelenggara liga.

"Berlajarlah dari kesalahanmu @pssiofficial @liga1match. Kita semua pernah membuat kesalahan," tambahnya sembari me-mention akun resmi PSSI dan akun resmi Liga 1 2018.

Loading...

Pemain yang dikenal dengan pose 'kepala miring' ini menulis caption dalam dua versi bahasa. Selain dalam Bahasa Indonesia, Paulle juga turut menyertakan Bahasa Inggris.

View this post on Instagram

Sepakbola itu luar biasa. Sepakbola membuat banyak perasaan. Senang, harapan dan juga kesedihan. Sepakbola mengajarkan kita integritas, keberanian, loyalitas, berbagi dan yang paling penting adalah respek. Sepakbola adalah contoh yang baik untuk anak anak kita dan generasi selanjutnya. Sepakbola memberi secercah harapan dimata setiap anak anak. Tapi pertama-tama, sepakbola mengajarkan kita bagaimana menjadi seorang lelaki. Berlajarlah dari kesalahanmu @pssiofficial @liga1match Kita semua pernah membuat kesalahan. Football is wonderful. Football brings a lot a emotion Joy , hope but also sadness . Football teaches us integrity, courage , loyalty, sharing and the most important respect. Football is an exemple for our kids and for the next generation. Football make stars in eyes of every child. But first of all football teaches us how to become a man Learn from your mistakes @pssiofficial @liga1match We all make mistake...Steven Paulle

A post shared by Steven Paulle (@steven_paulle) on

Seperti diketahui, Paulle menjadi andalan di lini belakang Pasukan Ramang selama perhelatan Liga 1 2018 bersama Abdul Rahman dan Zulkifli Syukur. Paulle sendiri didatangkan sejak awal musim kompetisi 2017 lalu dan kontraknya bersama PSM akan berakhir pada Januari 2019 mendatang

Loading...
Loading...