Jumat, 07 Desember 2018 08:18 WITA

Pernah Dihubungi Mafia Bola, Pelatih PSM: Saya Mau Perangi Mereka

Penulis: Sutrisno Zulkifli
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Pernah Dihubungi Mafia Bola, Pelatih PSM: Saya Mau Perangi Mereka
Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Albert.

RAKYATKU.COM. MAKASSAR -- Pelatih Kepala PSM Makassar, Robert Rene Albert kembali blak-blakan soal isu match fixing atau pengaturan skor, yang kini hangat diperbincangkan publik. 

Menurut Robert, pelaku pengaturan skor (mafia), juga pernah mengontak langsung dirinya, untuk "main mata" dalam sebuah pertandingan. Tapi, Robert menegaskan, kejadiannya bukan musim Liga 1 2018.

"Dan saya tahu, makanya saya bilang, apa yang terjadi di sini karena mereka yang mendatangi saya langsung. Beberapa tahun yang lalu. Tapi orang-orang ini masih ada dalam sepak bola sekarang. Namun, saya tidak bisa memaparkan itu lebih jauh. Tugasnya saya melindungi pemain-pemain, tim saya dari hal ini," jelas Robert. 

"Dan saya beritahu kalian, bahwa tim saya bekerja keras dan bekerja bersih dan tidak ada orang yang bisa tembus kita di sini," tegas Robert.

Pelatih berkebangsaan Belanda tersebut mengakui, jika memang, pelaku pengaturan skor (mafia) punya banyak cara, agar bisa memuluskan niatannya. Kalau, kata Robert, mafia tersebut tidak dapat 'menembus' pemain, maka cari lain akan terus digunakan. Hanya saja, tidak dirincikan Robert, cara apa lagi yang dimaksud. 

"Pengalaman pribadi saya, mereka sudah mengkontak pribadi saya. Tapi tentu saja, saya orang yang salah kalau mereka mengkontak saya soal ini. Saya mau perangi orang-orang seperti ini," tegas pria yang telah mengarsiteki PSM sejak 2016 lalu.

"Ini bukan lelucon semata, saya tahu orang-orangnya, bagaimana mereka mendekati saya. Dan saya tahu, mereka masih ada di sekitar (liga)," tuturnya lagi.

"Dan tugas utama saya adalah melindungi pemain-pemain saya dan tim ini. Dan itulah yang saya lakukan mulai dari awal musim," lanjut pria 64 tahun ini.

Ditanyakan kembali, apakah musim ini, tidak ada 'mafia' yang berniat main mata dengan dia? Tidak, kata Robert.

"Bukan musim ini. Mereka tidak bisa. Mereka pasti tahu pasti orang yang salah kalau kontak seperti ini. Mereka tahu pasti saya orang yang pertama yang tidak setuju. Tentu saja saya adalah musuh mereka," paparnya. 

"Saya kira ini tinggal menunggu waktu saja. Orang-orang mulai bersuara. Pemain (dari klub lain) maju memberitahu bahwa mereka dikontak juga. (Kalau) saya tidak bisa beritahu ini ke publik, kecuali orang-orang yang punya kewenangan (menanyakan hal itu)," pungkasnya.