Selasa, 04 Desember 2018 23:59 WITA

Pelatih Bhayangkara FC: Sepak Bola Indonesia Banyak yang Tak Masuk Akal

Editor: Fathul Khair Akmal
Pelatih Bhayangkara FC: Sepak Bola Indonesia Banyak yang Tak Masuk Akal
Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy (tengah)

RAKYATKU.COM - Mundurnya anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hidayat dari jabatanya usai dituding terlibat pengaturan skor semakin mempertegas adanya praktik haram dalam kompetisi sepakbola Tanah Air. Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy tak ketinggalan untuk mengomentari hal tersebut.

Menurutnya, sepak bola Indonesia memang kerap kali membuat keputusan-keputusan yang tak masuk akal dan mencoreng sportivitas, terutama di Liga 1.

''Ini saat-saat dimana mungkin saya akan dibunuh atau dipecat,'' canda Simon McMenemy sebelum melanjutkan komentarnya terkait pengaturan skor, di Stadion PTIK, Jakarta, Senin (3/12/2018).

''Di sepak bola Indonesia banyak yang tidak masuk akal. Dengan banyaknya pengetahuan tentang sepak bola, tapi beberapa keputusan masih banyak yang menjadi pertanyaan,'' beber Simon dikutip dari bolatimes.com.

Menurut pelatih berkebangsaan Skotlandia itu, atmosfer kurang sehat dalam sepak bola Indonesia, sedikit banyak membuat para pelatih, termasuk dirinya kesulitan menjalankan peran.

Kompetisi Indonesia dinilai Simon kerap kali mencampur urusan di luar sepak bola ke dalam lapangan hijau.

''Banyak hal (di sepak bola Indonesia) yang menurut saya dan orang-orang kerap kali tidak masuk akal. Hal itu membuat pekerjaan pelatih makin sulit disini. Kalau cuma tentang sepak bola saja mungkin tidak masalah. Tapi banyak hal di luar itu yang membuatnya sulit,'' tukasnya.

Selain mengomentari isu pengaturan skor, Simon turut mengomentari jalannya laga antara timnya menghadapi PSM Makassar di Stadion PTIK, Jakarta, malam tadi.

Menurutnya, pada laga yang akhirnya berkahir imbang 0-0 itu, keputusan wasit, khususnya terkait masalah perpanjangan waktu kurang tepat.

''Tambahan waktu dua menit ini saya juga tak mengerti. Harusnya mungkin bisa lebih,'' pungkasnya.