Minggu, 02 Desember 2018 23:16 WITA

Pekan ke-33 yang Keramat Buat Bali United

Penulis: Sutrisno Zulkifli
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Pekan ke-33 yang Keramat Buat Bali United
Pemain Bali United. Ist

RAKYATKU.COM, MAKASSAR -- Bali United kembali menelan kekalahan. Kali ini, dibungkam oleh Persija Jakarta, dengan skor tipis, 1-2, di Stadion I Wayan Dipta, pada Minggu (2/12/2018) malam.

Kekalahan atas Persija, merupakan yang keempat kalinya secara beruntun. Sebelumnya, tim berjuluk Serdadu Tridatu dikalahkan oleh PSM Makassar, Persebaya Surabaya dan Persipura Jayapura. Empat kali kekalahan berturut-turut ini, juga sekaligus menjadi rekor buruk Bali selama musim ini.

Selain hasil, pertandingan tersebut begitu sarat emosi dan dihiasi berbagai kejadian menarik. Dimulai dari gol cepat sang tamu, yang diciptakan oleh Sandi Sute pada menit ke-7. Sehabis itu, pertandingan berjalan tidak normal.

Sang pengadil lapangan, Jumadi Efendi memaksa untuk menjeda pertandingan. Tercatat, dua kali Jumadi harus menyela pertandingan, yang disebabkan oleh tingkah laku suporter, sebelum babak pertama usai. Babak pertama itu pun, harus diselesaikan hingga menit ke-54.

Jeda babak pertama, rupanya belum menurunkan tensi para suporter. Paruh kedua dimulai. Belum beberapa menit, Jumadi akhirnya kembali menghentikan pertandingan. Lagi-lagi, ulah dari para suporter. Entah, berapa kali Jumadi menghentikan pertandingan, sebelum tiga kali tiupan panjang, betul-betul mengusaikan laga.

Itu pun, Jumadi meniup peluit panjang di menit ke-104, tanpa ada informasi penambahan waktu sebelumnya. Tak ayal, protes berdatangan dari pihak Bali United, baik dari pemain hingga manajemen. Tak jelas, apa alasan Jumadi. 

Loading...

Sebelum benar-benar mengambil keputusan tersebut, Jumadi terlihat menoleh ke arah bidang permainan Persija Jakarta. Di waktu yang bersamaan, terlihat kapten Macan Kemayoran, Andritany Ardiyansyah tergeletak, di bawah depan gawang yang dijaganya.

Kejadian ini terjadi di pekan ke-33 Liga Indonesia 2018. Tampaknya, angka " 33" menjadi keramat buat Bali United. Bagaimana tidak, musim lalu, Bali juga mengalami hal yang mengenaskan. 

Saat bertandang ke Stadion Andi Mattalatta, menghadapi tuan rumah PSM Makassar, pada 11 November 2017 lalu, insiden juga terjadi. Bali yang memenangkan laga penuh ketegangan tersebut, harus "dibantu" oleh pihak keamanan untuk keluar stadion. 

Kala itu, suasana betul-betul tidak kondusif. Saling tonjok antara pemain dan manajemen, menjadi "bumbu" pelengkap pertandingan tersebut. Belum lagi, ratusan suporter merangsek masuk ke lapangan, yang menjadikan situasi tidak terkontrol.

Laga tersebut memang begitu emosional buat PSM. Waktu itu, PSM yang berpeluang keluar sebagai juara, harus mampu menang atas tim tamu. Alih-alih menang, justru, gol Stefano Lilipaly di menit ke-90+5 membuat, menjadikan kejadian begitu runyam. Asa PSM pupus.

Loading...
Loading...