Rabu, 28 November 2018 14:41 WITA

Andai PSM dan Persija Koleksi Poin Sama, Siapa Juara?

Penulis: Sutrisno Zulkifli
Editor: Nur Hidayat Said
Andai PSM dan Persija Koleksi Poin Sama, Siapa Juara?

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Perburuan gelar juara Liga 1 Indonesia 2018, menyisakan dua klub, yaitu PSM Makasar dan Persija Jakarta. Hal ini ditilik dari raihan poin kedua klub pada dua sisa laga musim kompetisi tahun ini. 

Saat ini, tim berjuluk Juku Eja masih unggul 1 poin atas Macan Kemayoran, dengan total 50 poin. Jika melihat sisa pertandingan, maka ada kemungkinan PSM dan Persija akan mengoleksi yang sama pada akhir musim.

Hal itu bisa terjadi, apabila pada dua laga PSM menuai hasil kalah dan menang, sedangkan Persija meraih hasil imbang dan menang. Bila demikian, poin di ujung musim akan sama menjadi 60 poin.

Kemungkinan lain, apabila PSM kalah dua kali, dan Persija kalah dan seri di dua laga tersebut, maka PSM dan Persija akan sama mengoleksi 58 poin.

Lantas, siapa yang siapa yang bakal juara?

Berdasarkan Regulasi Liga 1 2018, kejadian ini diatur dalam Pasal 9 (Sistem Kompetisi) poin 4. 

Jika terdapat poin yang sama antara kedua tim, maka terlebih dahulu akan dilakukan sistem penentuan lewat head to head kedua tim, dengan menghitung siapa paling tinggi poinnya di antara klub terkait.

Jika tidak masih sama, maka akan dilanjutkan dengan penghitungan selisih gol lebih baik antara kedua klub. Artinya, klub yang paling baik selisih golnya (gol memasukkan dikurangi gol kemasukan) akan keluar sebagai juara.

Saat ini, Persija masih lebih baik dalam selisih gol. Pasalnya, Persija punya selisih gol +15, dengan 49 kali memasukkan dan 34 kali kemasukan.

Sedangkan PSM, masih mengoleksi selisih +11 gol dari 32 pertandingan. Meski, secara statistik, PSM lebih banyak memasukkan bola dengan 52 memasukkan dan 41 kali kemasukkan gol.

Dan, masih ada beberapa lagi regulasinya. Jika masih tetap sama, maka penentuan paling terakhir akan dilakukan dengan cara diundi sesuai dengan mekanisme LIB. 

Media Relation Manager PT LIB, Hanif Marjuni, yang dikonfirmasi, membernarkan, jika terdapat klub dengan poin yang sama, maka akan dikembalikan ke regulasi yang berlaku.

"Benar. Semua dikembalikan, ada regulasinya," kata Hanif, lewat pesan elektronik. Ia pun menegaskan, tidak ada istilah juara bersama dalam penentuan juara. 

Berikut petikan regulasi Liga 1 terkait penentuan juara:

4.  Penentuan  peringkat  di  Klasemen  ditentukan  sebagai  berikut:   

a.  jumlah  poin  yang  diperoleh  Klub  dari  hasil  Pertandingan-pertandingan yang  telah  dimainkan; 

b.  apabila  terdapat  2  Klub  atau  lebih  memiliki  jumlah  poin  yang  sama,  maka penentuan  peringkat  ditentukan  berdasarkan  kriteria-kriteria  dan  urutan sebagai  berikut:  

    -- i. head-to-head  dengan  urutan  kriteria: 

a)  jumlah  poin  yang  lebih  tinggi  didapat  masing-masing  klub  dari pertandingan-pertandingan  yang  telah  dimainkan  diantara klub-klub  terkait;   

b)  selisih  gol  yang  lebih  baik  dari  masing-masing  klub  dari pertandingan-pertandingan  yang  telah  dimainkan  diantara klub-klub  terkait; 

c)  jumlah  gol  memasukkan  masing-masing  klub  dari pertandingan-pertandingan  yang  telah  dimainkan  diantara klub-klub  terkait; 

d)  jumlah  gol  tandang  masing-masing  Klub  dari  pertandingan-pertandingan  (gol  tandang  dikalikan  2)  yang  telah  dimainkan diantara  Klub-klub  terkait. 

-- ii. selisih  gol  Klub-klub  terkait  dalam Pertandingan-pertandingan yang  telah  dimainkan; 

-- iii. jumlah  gol  memasukkan  dari  masing-masing  Klub; 

-- iv. undian,  dengan  mekanisme  yang  akan  ditentukan  oleh  LIB.