Selasa, 27 November 2018 13:56 WITA

PSSI Bersedia Bayar Luis Milla Rp30 M, Edy Rahmayadi: Indonesia Tak Bisa Dikecilkan Seperti Itu

Editor: Nur Hidayat Said
PSSI Bersedia Bayar Luis Milla Rp30 M, Edy Rahmayadi: Indonesia Tak Bisa Dikecilkan Seperti Itu
Edy Rahmayadi. (Foto: Tirto)

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, blak-blakan usai kegagalan tim nasional Indonesia pada Piala AFF 2018. Termasuk soal kegagalan proses negosiasi perpanjangan kontrak dengan Luis Milla.

Pelatih berpaspor Spanyol itu dalam dua tahun terakhir telah menukangi Garuda. Ia mendampingi Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2017 dan Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2018.

Meski hasil dari dua turnamen itu tidak maksimal, publik sepak bola tanah air berharap banyak kontrak sang pelatih diperpanjang untuk menangani Timnas Indonesia pada Piala AFF 2018.

Namun pada akhirnya negosiasi PSSI dengan agen sang pelatih tak membuahkan hasil. Salah satu yang jadi penyebab diklaim karena ketidakcocokan soal bayaran. Terkait hal itu Edy Rahmayadi akhirnya buka suara.

"Berkaitan dengan Luis Milla seperti banyak diberitakan media PSSI disebut tak mampu menggaji yang bersangkutan. Itu tidak benar. Bayarannya termahal di Asia Tenggara, menembus Rp30 miliar per tahun. PSSI siap memenuhinya," tutur Edy Rahmayadi dalam wawancara dengan TV One dikutip Bola.com, Selasa (27/11/2018).

"Selesai Asian Games Luis Milla kecewa. Dia pulang ke negaranya. Kami komunikasikan, kami ajak bergabung kembali. Satu ia janji mau datang tapi batal, dua kali juga demikian, hingga tiga kali Luis Milla tidak juga datang. Indonesia tidak bisa dijanji-janjikan dan dikecilkan seperti itu. Kami akhirnya memutuskan menunjuk pelatih pengganti," bebernya.

Loading...

Pada akhirnya, PSSI lewat forum rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI menunjuk Bima Sakti sebagai pelatih menggantikan Luis Milla.

"Lewat forum rapat kami memandang Coach Bima kami anggap terbaik. Selama ini ia mendampingi Luis Milla. Di waktu singkat kami yakin ia bisa melanjutkan tugas Luis Milla," kata Edy Rahmayadi.

Namun, di tangan Bima Sakti performa Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 jauh dari harapan. Gugur di penyisihan Grup B sekaligus gagal ke semifinal.

"Saya minta maaf ke seluruh bangsa Indonesia. Kami menginginkan yang terbaik, PSSI tak henti-henti melakukan evaluasi. Rakyat Indonesia kecewa, sama. Saya sangat kecewa," kata Edy Rahmayadi.

Loading...
Loading...