Kamis, 22 November 2018 08:23 WITA

Niat Berhemat yang Bikin Prestasi Timnas Indonesia Tersendat

Editor: Nur Hidayat Said
Niat Berhemat yang Bikin Prestasi Timnas Indonesia Tersendat
Skuat Timnas Indonesia. (Foto: Bola.com)

RAKYATKU.COM - Tim nasional Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2018. Niatan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ditengarai jadi salah satu penyebab prestasi tersendat.

Semua tahu PSSI melakukan penggantian pelatih kurang dari dua pekan jelang turnamen. Luis Milla yang hampir meneken perpanjangan kontrak, namun akhirnya Bima Sakti yang ditunjuk sebagai pelatih tetap.

Mengutip laporan Bola.com, PSSI memutuskan membatalkan kesepakatan kontrak baru dengan Luis Milla karena faktor finansial. PSSI ingin berhemat.

Gaji Luis Milla dan para asistennya mencapai Rp2 miliar per pekan. PSSI bahkan masih berutang gaji dua bulan terakhir kepada pelatih asal Spanyol itu.Sedangkan gaji Bima Sakti hanya pada kisaran di bawah 100 juta rupiah per bulan.

Dengan bayaran tinggi, Luis Milla juga gagal merealisasikan target yang dipatok PSSI. Timnas Indonesia U-23 Indonesia gagal melaju ke putaran final Piala AFC U-23. 

Kemudian Timnas Indonesia U-22 besutannya hanya mendapatkan medali perunggu di SEA Games 2017, dan terakhir Luis Milla mentok membawa skuat Garuda Muda lolos ke babak 16 besar Asian Games 2018 dari target semifinal.

"PSSI memiliki catatan-catatan performa Luis Milla baik sisi positif dan negatif, terutama kaitannya dengan tiga target utama (Piala AFC U-23, SEA Games 2017, dan Asian Games 2018) yang PSSI akan tetap jaga kerahasiaannya secara profesional," kata Ratu Tisha, Sekjen PSSI.

PSSI mengakui kerap melanggar kesepakatan kontrak, kaitan dengan pembayaran hak Milla dan para asistennya.

"Memang, saat pembayaran gaji itu, kami PSSI sering terlambat, saya akui. Makanya Milla di media sosial mengungkapkan bahwa PSSI itu tidak profesional. Tapi tidak ada niatan kami untuk tak membayar kewajiban kepadanya," ujar Yoyok Sukawi, anggota Komite Eksekutif PSSI.

Namun, perjudian PSSI menunjuk Bima Sakti tak berbuah manis. Minimnya pengalaman ternyata tidak bisa melanjutkan program kerja Luis Milla ke Timnas Indonesia.

Ia gagal membawa tim ke semifinal Piala AFF 2018. Melakoni tiga pertandingan Grup B, Indonesia hanya meraih satu kemenangan yakni saat menghadapi Timor Leste (3-1). Dua laga lainnya melawan Thailand dan Singapura berujung kekalahan 1-4 dan 0-1. 

Hasil imbang 1-1 antara Filipina kontra Thailand, membuat Indonesia dipastikan tidak bisa melampaui raihan poin kedua pesaingnya itu sekalipun menang pada laga terakhir.

"Kasihan pelatihnya. Membebani pelatih baru untuk pertandingan sebesar ini, merupakan keputusan yang tidak tepat. Kalau saya mengomentari timnya, saya kasihan pelatihnya. Bima Sakti pelatih muda dan langsung mendapat tekanan. Kesalahan ada di pihak yang menunjuk, dalam artian PSSI," tutur Risdianto, eks pemain Timnas Indonesia era 1970-an dan 1980-an.

Loading...