Rabu, 21 November 2018 19:34 WITA

Jelang Hadapi Bali United, Robert Beri Peringatan Keras untuk LIB dan PSSI 

Penulis: Sutrisno Zulkifli
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Jelang Hadapi Bali United, Robert Beri Peringatan Keras untuk LIB dan PSSI 
Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Albert.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR -- PSM Makassar akan menjalani laga penting, yakni menghadapi Bali United dalam lanjutan pekan ke-32 Liga 1 2018, di Stadion Andi Mattalatta, pada Minggu (25/11/2018) mendatang.

Pelatih Kepala PSM Makassar, Robert Rene Albert, mengungkit kisah musim lalu, saat menghadapi Bali United, pada pekan ke-33 atau dua pertandingan sebelum musim ditutup. 

Kala itu, pemain yang dikomandoi Hamka Hamzah, keok di kandang sendiri, dengan skor tipis 0-1. Sekaligus, menutup peluang Juku Eja, meraih gelar juara.

"Musim lalu waktu kita main lawan Bali. Mereka mengganti wasit di hari pertandingan tersebut. Itu wasit yang memimpin, bukan wasit yang dibilang bakalan memimpin," kenang Robert, saat diwawancarai usia memimpin sesi latihan di Stadion Andi Mattalatta, pada Rabu (21/11/2018).

Diceritakan Robert, dengan digantinya sang pengadil lapangan sesaat sebelum pertandingan, membuat situasi di lapangan berubah.

Robert menilai, dua pemain Bali saat itu, yakni Comvalius dan Stefano Lilipaly yang sempat bertengkar, mestinya diganjar kartu merah.

"Apa law of the game, jika ada dua pemain berkelahi? Dua pemain Bali harusnya sudah di kartu merah. Namun, gara-gara mengganti wasit di hari pertandingan dan kita tidak dinformasikan, dan wasit tidak melakukan tugasnya dengan baik yang di mana harusnya mengusir pemain-pemain Bali," jelas Robert.

Loading...

"Dan saya tidak akan pernah lupa apa yang terjadi musim lalu. Diganti wasit dan kita tidak tahu. Dan pertandingan itu harganya gelar juara musim lalu," sambung Robert.

Makanya, untuk menghindari kejadian tersebut, ia meminta kepada pihak LIB, PSSI, serta oknum tertentu untuk tidak melakukan tindakan di luar kontrolnya sebagai tim dan manajemen.

Ia pun mengaku sudah menyurat kepada PSSI soal kejadian tersebut. Namun, katanya, sampai saat ini belum mendapat balasan.

"Kita cuma lakukan tugasnya kita dan kita ingin memenangkan pertandingan. Kita sangat bernafsu untuk menang. Kita tahu kita selisih satu poin di atas Persija. Jika kita menangkan tiga pertandingan sisa, dan itulah yang kita kerjakan," terang pelatih berkebangsaan Belanda tersebut.

"Kita mempersiapkan diri dan kita berharap orang-orang lain tidak melakukan hal-hal yang merusak di luar kontrolnya kita. Itu harapan saya," tambahya,

"Saya sebagai pelatih, tidak akan menerima ini, kalau ini terjadi lagi bahwa mereka akan mengganti wasit lagi, wasit tidak menjalankan tugasnya (dengan baik). Saya mau memenangkan pertandingan ini. Kita sudah kerja keras untuk ini," pungkas Robert.

Loading...
Loading...