Rabu, 21 November 2018 17:37 WITA

Go-Jek Liga 1 2018 Jadi Terbaik Ketiga Se-Asia

Penulis: Sutrisno Zulkifli
Editor: Nur Hidayat Said
Go-Jek Liga 1 2018 Jadi Terbaik Ketiga Se-Asia
Foto: Dok LIB.

RAKYATKU.COM - Asian Football Confederation (AFC) bekerja sama dengan SPIA (Sports Industry Awards) memberikan penghargaan untuk kompetisi Go-Jek Liga 1 Indonesia 2018.

Kompetisi strata tertinggi di tanah air itu mendapatkan medali perunggu atau peringkat ketiga di kategori Best Developing Football League of the Year di Centara Grand, Bangkok, Thailand, Selasa malam (20/11/2018).

Kompetisi Go-Jek Liga 1 2018 kalah dari India yang berada di peringat kedua dan Vietnam yang menduduki peringkat pertama.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Paling tidak, penghargaan ini sebagai bukti sahih bahwa dunia internasional telah mengakui bagaimana eksistensi Go-Jek Liga 1 2018 selama ini. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang lebih bagus buat perkembangan kompetisi sepak bola di Indonesia berikutnya,” jelas Risha Adi Widjaya, CEO PT Liga Indonesia Baru (LIB), yang dikutip dari situs resmi LIB.

Seperti diketahui, pada medio Oktober lalu, AFC dan SPIA mengumumkan bahwa Indonesia masuk dalam 10 besar di kategori Best Developing Football League of the Year. Di kategori tersebut, kompetisi Go-Jek Liga 1 2018 bersaing dengan Philippines Football League (Filipina), Singapore Premier League (Singapura), V.League 1 (Vietnam), I-League (India), Bhutan’s National League (Bhutan), Guam’s Soccer League (Guam), Al-Manaseer Jordanian Pro League (Yordania), Top Liga (Kyrgistan), dan Tajik League (Tajikistan).

Dalam penentuan peringkat di kategori tersebut, ada 11 penilian yang dilakukan oleh AFC dan SPIA. Secara umum, penilaian itu meliputi management & administration, financial performance, competition, marketing & promotion and media & communications.

Perwakilan dari AFC yang datang di malam penghargaan tersebut menerangkan bahwa penentuan tiga terbaik di kategori Best Developing Football League of the Year berdasarkan akumulasi jumlah total dari perhitungan per poin di tiap penilaian. Dengan demikian, penentuan peringkatnya terbilang obyektif.

“Meski begitu, kami tidak bisa menyebutkan siapa saja juri atau tim penilai di tiap kategori. Namun kami pastikan setiap kategori, ada lima juri yang kompeten di bidangnya masing-masing. Selama buat sepak bola Indonesia,” jelas Eric M. Gootschalk, penggagas acara tersebut.