Senin, 19 November 2018 09:49 WITA

Memori 2017: Bali United Pupuskan Mimpi Juara PSM di Injury Time

Penulis: Wahyu Susanto S
Editor: Abu Asyraf
Memori 2017: Bali United Pupuskan Mimpi Juara PSM di Injury Time
Laga PSM v Bali United musim lalu.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Gelar juara Liga 1 musim 2018 sudah di depan mata. Akankah PSM benar-benar mendapatkannya kali ini? Jangan sampai terulang kisah pahit musim lalu.

Kekalahan PSM Makassar atas Bali United pada 6 November 2017 itu benar-benar menyakitkan. Di depan publik sendiri, tim Pasukan Ramang takluk 0-1 atas Bali United lewat gol Stafano Lilipaly pada menit 95'. Gelar juara pun melayang.

Pada pekan 32 Liga 1 2017 itu, klasemen sementara liga cukup ketat. Posisi pertama ditempati Bhayangkara FC dengan 62 poin, di posisi kedua PSM 62 poin, dan posisi ketiga Bali United juga 62 poin. 

PSM yang menjamu Bali wajib meraih kemenangan. Imbang pun tak ada guna lantaran Bhayangkara saat itu masih menyisahkan satu laga tunda atas Persija Jakarta.

Artinya, laga PSM dan Bali merupakan partai hidup mati. Apalagi, keduanya tak ada partai tunda seperti Bhayangkara. Jadi, laga ini benar-benar penentu. Pekan 33 akhirnya datang. PSM vs Bali bertemu di Stadion Andi Matalatta.

Sebelum pertandingan, tak ada tanda-tanda PSM bakal kalah di kandang. Puluhan ribu suporter siap-siap menyambut trofi kedua setelah tahun 2000. Beberapa driver Go-Jek masuk ke dalam lapangan untuk membentangkan bendera sponsor utama Liga 1 2017 dengan membentuk lingkaran.

Laga dimulai. Namun sepanjang babak pertama tak ada gol yang tercipta bagi kedua kesebelasan. Menariknya, terjadi duel rekan setim antara Stefano Lilipaly dan Silvano Comvalius. Kedua pemain asal Belanda itu terlihat bersitegang tepat pada menit 40.

Memasuki babak kedua, PSM mengambil alih permainan. Serangan terus digencarkan Pasukan Ramang. Sepakan M Rahmat pada menit 54 masih melebar ke sisi kiri. Kemelut di hadapan gawang Bali yang dieksekusi Rahmat pada menit 58 lagi-lagi tak mampu mengoyak gawang lawan. Sepakan Titus Bonai pada menit 60 hanya tipis di sisi kanan kiper Bali, Wawan Hendrawan.

Ketangguhan Wawan Hendrawan sukses membuat Hamka Hamzah dan kawan sedikit frustasi. 

Wasit lalu memberikan tambahan waktu lima menit. Titus Bonai menyerang dari sisi kanan lalu dipatahkan oleh Hasyim Kipuw. Kipuw yang mengambil alih bola langsung memberikan umpan jauh kepada Comvalius. Comvalius yang menerima bola sukses lepas dari jebakan offside dan berhasil memberikan umpan kepada Lilipaly. Pemain belakang PSM lalu tak mampu membendung kecepatan Lilipaly hingga skor berubah 0-1.

Keadaan mulai berubah memanas usai gol tersebut tercipta. Sebab ada insiden adu argumen antara dua pemain dari masing-masing tim tepat di depan bench tim tamu. Dari informasi yang beredar, pemain lawan merayakan gol dari Lilipaly secara berlebihan.

Pemain tuan rumah lalu mencoba menggiring pemain lawan yang merayakan gol tersebut untuk bergegas keluar lapangan. Hal itu dilakukan agar pertandingan bisa kembali berjalan dengan sisa waktu kurang dari satu menit.

Sayang, sikap pemain tuan rumah dianggap berlebihan untuk menggiring pemain lawan keluar lapangan. Sehingga kedua kubu sempat beradu jotos. Pertandingan lalu tak bisa lagi berjalan hingga pluit panjang terdengar dari sang pengadil pertandingan, Piriev Kiemuddin. 

Bali menang tetapi tetap gagal meraih gelar juara pada 2017 lalu meskipun sukses memenangkan laga terakhir atas Gresik United. Memiliki poin yang sama, 68, Bhayangkara dinyatakan tampil sebagai juara karena unggul head to head. 

Kini, PSM Makassar kembali akan bertemu Bali United pada pekan 32 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (25/11/2018). Lagi-lagi, kedua tim harus berhadapan dalam laga krusial.

Kali ini, peluang PSM lebih terbuka dibandingkan tahun 2017. Pasalnya, Bali United tak lagi punya peluang untuk menjadi juara. PSM yang saat ini berada di puncak klasemen dengan 54 poin hanya bersaing dengan Persija Jakarta 50 poin dan Persib Bandung 49 poin.

Agar bisa mengamankan gelar juara musim ini, tidak ada pilihan lain bagi PSM kecuali memenangkan tiga laga tersisa, masing-masing menghadapi Bali United, Bhayangkara FC, dan PSMS Medan. Saingan terdekatnya, Persija Jakarta masih menyisakan empat pertandingan.