Jumat, 16 November 2018 04:30 WITA

Ternyata Ketajaman Morata Kembali Karena Bantuan Psikiater

Editor: Adil Patawai Anar
Ternyata Ketajaman Morata Kembali Karena Bantuan Psikiater

RAKYATKU.COM - Striker andalan Chelsea, Alvaro Morata, mengaku sampai menemui psikiater untuk membantunya menghilangkan stress akibat situasi sulit yang sempat menderanya musim lalu.

Morata digaet Chelsea dari Real Madrid pada musim panas tahun lalu dengan nilai transfer mencapai 58 juta poundsterling. Ia diproyeksikan sebagai pengganti Diego Costa di lini depan The Blues.

Sempat tampil meyakinkan di awal, Morata kemudian mengalami penurunan performa usai cedera dan akhirnya tak masuk skuat Spanyol untuk Piala Dunia 2018 lalu.

Dalam beberapa laga terakhir Morata tampil cukup impresif. Pemain 26 tahun itu menyebut dirinya kini menikmati permainannya lagi usai mendapat saran dari psikiater.

"Saya rasa sangat penting untuk memiliki rasa percaya diri. Semua berjalan baik. Di periode hidup saat ini saya menyadari bahwa Anda harus selalu melatih pikiran Anda. Bukan hanya siap secara fisik. Untuk melawan tekanan Anda juga harus bekerja, itulah hal yang terpenting," ujar Morata kepada ABC.

"Saya tak pernah terpikirkan soal melatih pikiran. Ketika seorang pemain pertama kali mendengar kata psikiater, mereka kaget, tapi saya menyadari bahwa saya butuh bantuan," tambahnya.

"Awalnya saya sedikit malu untuk berbicara kepada psikiater dan memberitahu mereka semua masalah saya dan dengan bantuan semua orang saya bisa kembali menemukan kebahagiaan di sepak bola," tukasnya.

Lebih lanjut, Morata menyatakan bahwa dirinya kini sudah merasa lebih percaya diri. Meski demikian, eks pemain Juventus itu mengaku akan tetap mendatangi psikiater guna berkonsultasi.

"Bagi semua orang yang memiliki masalah, pergi ke psikiater identik dengan hal negatif. Saya rasa semua melihatnya demikian ketika masalah tersebut merupakan hal yang sangat penting," tutur Morata.

"Sekarang saya merasa sangat bahagia di Chelsea dan sangat bahagia di tim nasional meski ini bukanlah momen terbaik saya di lapangan," sambungnya.

"Saya kembali mencetak gol, tapi tidak ketika saya memainkan sepak bola terbaik saya. Saya akan terus pergi ke psikiater, hal itu membantu saya mengatasi tekanan dan emosi," tegasnya.