Minggu, 11 November 2018 08:15 WITA

4 Penyebab Kekalahan PSM Makassar Atas Persebaya

Penulis: Sutrisno Zulkifli
Editor: Abu Asyraf
4 Penyebab Kekalahan PSM Makassar Atas Persebaya
Pemain PSM Willem Jan Pluim lolos dari adangan pemain Persebaya, Sabtu malam (10/11/2018).

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - PSM Makassar menelan kekalahan 0-3 di Stadion Gelora Bung Tomo, menghadapi tuan tumah Persebaya Surabaya, Sabtu malam (10/11/2018).

Setidaknya ada empat faktor penyebab kekalahan tersebut. Pertama, blunder yang dilakukan bek andalan Steven Paulle. Bola yang disundul ke arah kiper Rivky Mokodompit justru jatuh ke dada Pahabol yang kemudian dengan tenang menceploskan bola.

"Dan saya kira dia (Paule) tahu itu (kesalahannya)," tegas Robert.

Gol cepat itu meruntuhkan mental pemain PSM. Setelah gol itu, tempo serangan PSM meningkat. Namun, Persebaya juga tak ingin ditekan. Beberapa kali Rendi Irawan mengacak-ngacak pertahanan PSM.

Jual beli serangan terjadi, namun skor bertahan 1-0 hingga turun minum. Pada babak kedua, PSM bertekad membalikkan keadaan. Namun, strategi Djajang Nurjaman yang mencadangkan David Da Silva terbukti efektif.

Masuk pada babak kedua, Silva menunjukkan kelasnya sebagai top skor sementara dengan melesakkan tendangan keras yang menghunjam jala gawang Rivky Mokodompit.

"David Da Silva menunjukkan kelasnya. Dia mencetak gol dan itu adalah gol berkelas," ucap Robert dalam sesi jumpa pers seusai pertandingan.

"Dan setelah gol itu (Silva) kita keliatan tidak bisa kembali (bangkit) dan Persebaya menguasai jalannya pertandingan," lanjut Robert.

Pelatih asal Belanda itu menilai koordinasi di lini pertahanan tidak terlalu baik. Walau begitu, Robert tetap memuji kerja keras anak asuhnya selama 90 menit, termasuk Steven Paulle. 

Tak hanya itu, jenderal lapangan tengah, Wiljan Pluim juga tidak menunjukkan performa terbaiknya. "Sebagian gelandang kita kelihatan agak sedikit lambat. Ada beban melawan tim sebesar Persebaya karena belakangan ini mereka mencetak banyak bola dan mereka melakukannya lagi," ungkapnya.

"Pluim juga tidak dominan. Mungkin karena dia kurang koordinasi dengan pemain di lini tengah (Arfan dan Rasyid)," kata mantan pelatih Arema itu.

Kapten PSM, Zulkfili Syukur mengakui Persebaya layak menang. Persebaya bermain lebih baik ketimbang dia bersama rekan-rekannya.

"Mereka bermain baik di hampir tiap lini dan sedikit menyulitkan kami untuk mengembangkan permainan," tutur Zulkifli.