Sabtu, 03 November 2018 18:31 WITA

Menanti Kado Manis dari PSM Makassar: Berlaga di Turnamen Asia

Penulis: Sutrisno Zulkifli - Arfa Ramlan
Editor: Mulyadi Abdillah
Menanti Kado Manis dari PSM Makassar: Berlaga di Turnamen Asia
Robert Rene Albert saat memotong kue ulang tahun PSM Makassar ke-103 di Stadion Andi Mattalatta, Jumat (2/11/2018). Foto: Arfa

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - PSM Makassar menapaki usia 103 tahun, tepat Jumat kemarin, (2/11/2018). Perayaannya tanpa euforia, meski sedang berada di puncak klasemen sementara Liga 1.

Suporter tentu berharap ada kado manis dan terindah dari klub tertua sepak bola di tanah air ini. Kita rindu "berpesta" atas dua prestasi besar yang sudah digapai pada 18 tahun silam. 

Membawa trofi juara pada Liga Indonesia pada musim kompetisi 2000/2001 dan tembus ke babak 8 besar Liga Champions Asia pada tahun yang sama (belum pernah ada tim Indonesia yang mampu lolos sampai sejauh itu).

Kini, momentum manis itu bisa didaur ulang. Berpredikat sebagai pemuncak klasemen hingga pekan ke-28, bukan angan-angan belaka, PSM bisa akan membawa pulang label "Raja Sepak Bola Indonesia 2018".

Dari banyak musim kompetisi yang telah diikuti, skuad Juku Eja -- julukan PSM -- telah mencatatkan 4 kali ikut dalam kompetisi sepak bola klub se-Asia, yaitu musim kompetisi 1996/1997, 2000/2001, 2003/2004 dan 2005.

Terakhir, PSM sebetulnya punya kesempatan untuk turnamen di kancah Benua Kuning, pada musim kompetisi tahun 2017 lalu. Sayang, peluang itu pupus, kala PSM yang finis di peringkat ketiga, lantaran tidak mendapat lisensi dari AFC. Markasnya, Stadion Andi Mattalatta dianggap tidak layak oleh federasi sepak bola Asia.

Menanti Kado Manis dari PSM Makassar: Berlaga di Turnamen Asia

Saat ini, asa itu menyeruak lagi. PSM telah mendapat lisensi bersyarat di AFC, dengan mengajukan Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, sebagai markasnya, jika berhasil mengakhiri kompetisi, minimal peringkat kedua.

Bagaimana peluangnya?

Enam sisa laga musim ini, terbilang susah-susah gampang. Lima klub papan atas masih punya peluang yang sama. Namun, PSM yang paling berpeluang.

Besok (4/11/2018), PSM Makassar menjamu tim empat kali juara liga, Persipura Jayapura di Stadion Andi Mattalatta. Tekad tiga poin, sudah jadi harga mati buat sang juru racik, Robert Rene Albert untuk berada di jalur juara.

"Kita wajib menang. Kita harus tetap berada di posisi klasemen liga saat ini," tegas Robert, dalam sesi jumpa pers, di Hotel Same, Jalan Pattimura, pada Sabtu (3/11/2018).

Jika tiga poin dapat dikantongi, maka peluang untuk bermain bersama jawara klub-klub Asia lainnya, semakin terbuka lebar. Lima laga setelahnya, cukup menguntungkan buat PSM. Pasalnya, ada tiga laga kandang (hadapi Persija Jakarta, Bali United dan PSMS Medan) dan dua tandang (menghadapi Persebaya Surabaya dan Bhayangkara FC).

Menanti Kado Manis dari PSM Makassar: Berlaga di Turnamen Asia

Sejauh ini, markas PSM dianggap "angker" buat para tamu. Tercatat pada musim ini, Wiljan Pluim dan kawan-kawan tumbang di hadapan ribuan suporternya pada musim ini. 

Apabila seluruh laga kandang bisa disapu bersih, utamanya menang menghadapi "si penguntit", Persija Jakarta, jangankan ikut dalam kompetisi level Asia, bahkan perayaan 18 tahun dapat terulang di Makassar.

Tetapi, Robert selaku Pelatih Kepala, emoh jumawa atas pencapaian saat ini. Ia mengaku tak ingin terlena lagi, seperti musim lalu. 

"Saat ini, 6 lagi pertandingan tersisa dan yang ada di kepala saya saat ini, hanya pertandingan selanjutnya. Kita hanya akan mendiskusikan (berlaga) AFC ketika kita sudah pasti. Juara liga ini, baru kita tahu nanti di akhir-akhir pertandingan liga," demikian Robert.