Sabtu, 20 Oktober 2018 12:59 WITA

Menjaga Momentum PSM Makassar di Jalur Juara

Editor: Mulyadi Abdillah
Menjaga Momentum PSM Makassar di Jalur Juara
Foto: IST

KETIKA pertandingan akan memasuki menit ke-68, PSM melakukan serangan balik kilat terskema. 

Adalah nyawa permainan tim, Wiljan Pluim, yang memberikan umpan kunci kepada Klok yang meskipun kehilangan keseimbangan dapat memberikan sontekan manja di ruang tembak milik Sandro yang bebas melakukan tendangan placing ke mulut gawang Muhammad Ridho. Gol!

Dengan perjuangan yang gigih, fokus yang terjaga, syukurlah klub kebanggaan ini bisa menjaga keunggulan hingga laga usai. Menekuk Borneo FC 2-1 di Samarinda!

Tiga poin vital langsung membawa Juku Eja memuncaki klasemen. Rasa-rasanya sudah agak lama tidak melihat PSM nangkring di sana.

Suasana di bench tampak pecah kala wasit Rully Ruslin meniupkan peluit panjangnya. Semua saling berpelukan, menyambut sukacita kemenangan away yang maha penting ini. Yakinlah tak kalah menggelegarkan atmosfir di sisi tribun khusus suporter PSM di Segiri, dan tentunya nobar-nobar yang diselenggarakan komunitas suporter.

Ayam Jantan Dari Timur meneruskan tren positifnya. Total 5 kemenangan beruntun kini dikemas. Hebatnya, 3 kemenangan diraih di kandang lawan. Sebelumnya, Steven Paulle cs mengalahkan PS TIRA 2-1, juga mempermalukan Mitra Kukar 4-1. Rasa-rasanya juga, sudah sekian lama PSM tanpa rentetan kemenangan tandang, meskipun hal satu ini memang cukup sulit ditorehkan klub-klub Liga 1.

Kini momentum hasil baik di laga away itu telah dipegang. Pekan-pekan menentukan ada di depan mata. Terlebih di 3 sisa laga tandang, Madura United, Persebaya, dan Bhayangkara FC siap menjegal PSM.

Untuk partai home, Pasukan Ramang akan menjamu Persib, Persipura, Persija, Bali United, dan PSMS. Sedikit mengernyitkan dahi sih, tapi melihat etos kerja pemain saat tundukkan Borneo kemarin, kita jadi yakin kalau momentum itu bisa dijaga.

Lihatlah Pluim yang semakin menemukan performa terbaiknya. Tanyakan pada Ahmad Maulana, Fellaini-nya Borneo, bagaimana ribetnya menjaga pergerakan Wiljan. Tanyakan pula pada Achmad Hisyam Tolle, bagaimana terkurasnya energi demi menutup ruang buat Pluim menginisiasi serangan PSM. Kalau belum puas, temui Abdul Rachman, bagaimana bisa menghentikan mantan pemain Roda JC itu dengan pelanggaran sebagai konsekuensinya.

Perhatikan pula Robert Rene Albert. Sang meneer betul-betul menasbihkan dirinya sebagai juru taktik jempolan di pertandingan kemarin. Mengganti Fauzan Jamal yang jadi titik lemah di sisi kiri dengan Reva membuat sisi itu sedikit lebih aman. Ambrizal Umanailo yang seringkali mengancam di 45 menit pertama, jadi sedikit jinak di babak kedua.

Keputusan paling krusial Robert ada di jeda turun minum. Mengawali babak kedua dengan Sandro di pos pemain nomor sembilan menggantikan Saldy yang memang lagi tampil di bawah form. Guy Junior yang beroperasi di wing kanan, seolah menghidupkan alur bola PSM di bidang pertahanan lawan. Puncaknya, racikan itu berujung gol cantik striker Timnas Hongkong tersebut. Kalau beberapa hari lalu membuat Ridho memungut bola di gawangnya via assist-nya di FIFA Friendly Match, kali ini Sandro benar-benar mempecundanginya.

Tanpa mengurangi nilai peran komponen lain dalam tim, nampaknya 2 kunci di atas mutlak harus selalu ada mengiringi perjalanan tim ini ke laga-laga kritis di depan. Selisih poin di klasemen kian ketat, seketat penjagaan DMF-DMF lawan ke Pluim.

Tak lupa, kita sebagai suporter wajib ikut andil menjaga momentum terbaik ini. Tetap dewasa, tak mudah terpancing oleh provokasi yang dapat merugikan klub kebanggaan. Tentu, amit-amit, kita tak mau mengalami apa yang dirasakan oleh Bobotoh dan Aremania. Jelas kita semua ingin mendampingi Zulkifli Syukur dkk menatap laga demi laga. Mari jaga momentum di jalur juara!

Penulis: Alif Andriawan?

(Pecinta PSM Makassar)