Selasa, 16 Oktober 2018 14:04 WITA

Bukan Persib, PSM Makassar Patut Hati-hati dengan Bali dan Persija

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Bukan Persib, PSM Makassar Patut Hati-hati dengan Bali dan Persija
Selebrasi pemain PSM Makassar usai mencetak gol ke gawang Arema FC belum lama ini. Foto/Ist

RAKYATKU.COM, MAKASSAR -- Perebutan trofi juara Liga 1 Indonesia 2018 dipastikan sengit, hingga akhir musim. Mirip seperti pada musim lalu.

Hingga pekan ke-25, selisih poin antar-klub di klasemen, terpaut cukup tipis. Pemuncak saat ini, Persib Bandung (45 poin), hanya berjarak 1 poin dengan PSM Makassar yang berada di posisi kedua. Disusul Persija Jakarta (42 poin) dan Bali United (40 poin).

Untuk semua tim yang menjaga asa juara, 9 laga terakhir, mesti dilakoni dengan matang, agar terhindar dari kekalahan.

Terkhusus skuad PSM Makassar, mengangkat piala, terbilang gampang-gampang susah. Wiljan Pluim dkk harus bersua dengan tim-tim hebat yang kini berburu takhta tertinggi liga. Bukan cuma faktor teknis, faktor non-teknis pun tentu perlu jadi perhatian.

Meski kini sedang berada dalam performa terbaik, dengan 4 kali kemenangan beruntun, PSM selalu "dihantui" oleh kendala pemain-pemain yang cedera. Silih berganti absen, tentu membuat sang pelatih, Robert Rene Albert memastikan pemain penggantinya bermain bagus.

Belum lagi, permainan keras yang kerap dipertontonkan skuad Juku Eja, juga membuat pemain harus alpa, lantaran mendapat akumulasi kartu.

Ditilik lebih saksama, selain PSM, peluang juara ada di Persija Jakarta dan Bali United. Sementara Persib, pasca sanksi dari PSSI, performanya cukup menurun. Dua laga terakhirnya, berakhir kalah dan seri. Apalagi, Maung Bandung, julukan Persib, tidak akan bermain di kandang hingga akhir musim.

Lima laga kandang sisa, cukup menguntungkan PSM. Bagaimana tidak, pesaing beratnya akan bertanding di Stadion Andi Mattalatta, seperti Persib Bandung (pekan ke-27), Persija Jakarta (pekan ke-31) dan Bali United (pekan ke-32).

Jika berhasil memanfaatkan situasi dan merebut hasil sempurna di laga-laga krusial tersebut, maka momentum 18 silam akan terulang di Kota Daeng.

Kendati demikian, 4 laga tandang juga tidak bisa dianggap remeh. Menghadapi Borneo FC, Madura United, Persebaya Surabaya dan Bhayangkara FC, perlu dijalani dengan hati-hati.

Memang, tidak ada pemain PSM yang berada dalam jajaran top skorer. Tapi kesolidan dan kekompakan tim di lapangan, yang justru membuat tim lawan kadang kewalahan. 

Penentuan juara diprediksi akan tersaji pada pekan ke-33, satu pertandingan sebelum berakhirnya musim kompetisi. Laga antara Bali United vs Persija Jakarta, akan semakin memperjelas, siapa tim terakhir yang akan merengkuh piala bergengsi di Indonesia.

*Momentum Buruk Musim Lalu*

Pada musim lalu, PSM Makassar punya pengalaman pahit. Tiga tim teratas saat itu, yaitu Bali United, Bhayangkara FC dan PSM Makassar memiliki poin yang hampir sama, hingga pekan ke-32.

Namun, harapan PSM buyar di pekan ke-33. Lebih pedihnya lagi, skuad yang saat itu dipimpin oleh Hamkah Hamzah, kalah di depan para pendukungnya, dengan skor tipis 0-1. Apalagi, gol itu diciptakan Stefano Lilipaly pada menit ke-90+5. Kekalahan itu sekaligus mengubur mimpi PSM untuk mengincar piala.