Sabtu, 13 Oktober 2018 18:04 WITA

Wasit Berwenang Setop Laga Jika Suporter Menghina Saat Pertandingan

Penulis: Sutrisno Zulkifli
Editor: Aswad Syam
Wasit Berwenang Setop Laga Jika Suporter Menghina Saat Pertandingan
Ilustrasi wasit

RAKYATKU.COM, MAKASSAR -- PSSI mengeluarkan surat edaran, buat suporter tim sepakbola Liga Indonesia. Berdasarkan hasil rapat Komite Eksekutif PSSI, pada 8 Oktober lalu, wasit berwenang menghentikan laga, jika terjadi penghinaan, SARA, dan politik.

"Koreografi yang mengandung unsur SARA, Politik dan Penghinaan adalah gerakan, tarian, gambar, poster, spanduk, bendera dan sejenisnya yang mengandung unsur SARA, pesan politik dan penghinaan," salah satu petikan surat edaran PSSI, yang diterima pada Sabtu (13/10/2018).

Prosedur penghentian laga pun bertahan. Diawali pemberhentian sementara laga hingga tiga kali. Akan tetapi, jika tindakan yang dilarang tersebut tetap dilanjutkan, maka pertandingan dinyatakan usai. 

Berikut kutipan haril rapat Komite Eksekutif PSSI:


Edaran : 07 Prosedur Penghentian Permainan Karena SARA, Politik dan Hinaan  

Merujuk : Rapat Komite Eksekutif PSSI 8 Oktober 2018 


Penghentian sementara permainan, pertandingan sepakbola saat adanya nyanyian dan/atau koreografi oleh supporter yang mengandung unsur SARA (Suku Ras dan Agama), pesan politik dan penghinaan  
Definisi: 
1. Pertandingan adalah setiap pertandingan resmi yang dipimpin oleh wasit PSSI dan diawasi, dilaporkan serta dilegitimasi oleh pengawas pertandingan PSSI 
2. Permainan adalah permainan sepakbola yang dipimpin oleh wasit PSSI dan dijalankan sesuai dengan Peraturan Permainan (Law of The Game) 
3. Nyanyian yang mengandung unsur SARA, Politik dan Penghinaan adalah lagu, suara, teriakan yang mengandung unsur SARA, pesan politik dan penghinaan; termasuk namun tidak terbatas pada kata-kata yang menghina/mengancam suatu suku, agama, ras dan golongan. 
4. Pemain adalah pemain sepakbola yang terdaftar di PSSI baik secara langsung maupun tidak langsung 
5. Koreografi yang mengandung unsur SARA, Politik dan Penghinaan adalah gerakan, tarian, gambar, poster, spanduk, bendera dan sejenisnya yang mengandung unsur SARA, pesan politik dan penghinaan; termasuk namun tidak terbatas pada ungkapan kata-kata yang menghina/mengancam suatu suku, agama, ras dan golongan 
6. Nyanyian dan Koreografi sebagaimana didefinisikan pada poin 3 dan 5 tidak terbatas pada kelompok/tim yang sedang bermain di pertandingan tersebut.  

Prosedur Penghentian Permainan Sementara:

Kondisi: Apabila ada nyanyian dan/koreografi yang dimaksud sesuai dengan definisi yang disebutkan. Maka:

1. Pengawas pertandingan adalah satu-satunya pihak yang berwenang untuk memberikan notifikasi atas nyanyian & koreografi yang termasuk dalam definisi diatas kepada Wasit Cadangan (Fourth Official) 

2. Wasit cadangan (Fourth Official) kemudian meneruskan informasi tersebut kepada Wasit (Referee) 

3. Wasit dapat kemudian menghentikan sementara permainan 

4. Penghentian permainan dilakukan hingga nyanyian dan/atau koreografi dinyatakan tidak lagi mengandung SARA, Pesan Politik, Penghinaan dan berdasarkan petunjuk/aba-aba dari pengawas pertandingan 

5. Permainan dimulai kembali berdasarkan ketentuan berikut:
a) Apabila pada saat dihentikan, bola ada diluar permainan, maka permainan dijalankan kembali berdasarkan posisi ketika bola tersebut diluar permainan (throw in, corner kick, penalty kick, free kick)  
b) Apabila pada saat dihentikan, bola ada didalam permainan, maka permainan akan dimulai dengan dropped ball  

6. Pemain disarankan untuk menunjukkan sikap fairplay dengan membuang bola keluar lapangan 

7. Setelah 3 kali penghentian permainan dilakukan dan kejadian terulang, maka wasit dapat menghentikan permainan sepenuhnya dan menyatakan pertandingan selesai. Status pertandingan diserahkan kepada PSSI. 

Tags