Senin, 08 Oktober 2018 20:13 WITA

Klopp Sebut UEFA Nations League Kompetisi Paling Bodoh di Dunia

Editor: Nur Hidayat Said
Klopp Sebut UEFA Nations League Kompetisi Paling Bodoh di Dunia
Juergen Klopp. (Foto: Daily Express)

RAKYATKU.COM, LIVERPOOL - Manajer Liverpool, Juergen Klopp, menyebut penyelenggaraan UEFA Nations League sebagai hal yang tak masuk akal. Ia menilai UEFA Nations League adalah kompetisi paling bodoh di dunia sepak bola.

UEFA sebagai otoritas sepak bola Eropa memberlakukan turnamen baru musim ini. Turnamen baru ini bertujuan sebagai pra kualifikasi Euro 2020. 

Para pemenang dari kompetisi ini nantinya akan mendapatkan tiket langung lolos ke Euro 2020 tanpa harus mengikuti babak kualifikasi.

Klopp mengaku puas dengan pencapaian Liverpool jelang jeda internasional, tetapi tak senang dengan keberadaan UEFA Nations League. 

Liverpool meraih hasil imbang tanpa gol kontra Manchester City di Anfield, Minggu (8/10/2018). Ini membuat mereka ada di peringkat tiga dengan koleksi 20 poin, hanya kalah selisih gol dari Chelsea dan Manchester City.

"Jika seseorang mengatakan pada saya setelah delapan laga saya akan mendapat 20 poin, saya akan mengatakannya dengan pertimbangan jadwal ini: 'Saya akan mengambilnya, mari kita mulai dengan matchday kesembilan!" kata Klopp dikutip Goal International.

"Sayang, anak-anak akan pergi lagi sekarang dan harus bermain di Nations League - kompetisi paling bodoh di dunia sepak bola. Kami harap mereka kembali dengan sehat dan memainkan kompetisi mudah ini, Premier League, Liga Champions, dan semua ini."

"Ini merupakan periode yang sulit untuk anak-anak. Kita harus mulai berpikir tentang para pemain."

"Seseorang bertanya pada saya, 'Apakah level pertandingan (Manchester City) disebabkan oleh intensitas?' - dalam pertanyaan itu sendiri sudah ada kritik, bisa lebih baik jika Anda lebih bugar."

"Jika Anda ingin melihat pemain yang lebih bugar, berikan mereka jeda musim panas - untuk Jordan Henderson, itu tepat dua pekan, yang tentu saja lucu, tetapi begitulah adanya."

"Karena itulah saya ingin mengatakan bahwa ini bukan masalah besar, tetapi Anda kini memanggil manajer negara mana pun dan meminta mereka untuk meninggalkan satu atau dua pemain dan ia mengatakan, 'Saya juga berada di bawah tekanan karena sekarang masa Nations League."

"Saya tak begitu tahu apa yang bisa Anda menangkan di sana, tetapi ada semacam final di musim panas mendatang atau apapun, begitulah."