Senin, 08 Oktober 2018 00:30 WITA

Pelatih Mitra Kukar: PSM Makassar Pantas Menang

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Pelatih Mitra Kukar: PSM Makassar Pantas Menang
Mitra Kukar vs PSM Makassar di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Minggu (7/10/2018) malam.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR -- Pelatih Mitra Kukar, Rahmat Darmawan mengakui, jika PSM Makassar pantas menang, melawan anak asuhnya, di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kalimantan Timur, dalam lanjutan pekan ke-24 Liga 1 Indonesia 2018, pada Minggu (7/10/2018) malam.

RD, akronim namanya, menilai, kemenangan anak asuh Robert Rene Alberts, atas gol cepat Guy Junior, yang dibuat pada menit-menit awal, bakar pertama dimulai. Skor akhir pertandingan tersebut 4-1, untuk kemenangan PSM Makassar. 

"Kita mengawali permainan, dengan sedikit kesalahan di menit-menit awal. Dan itu yang membuat kita shock," ujar RD, dalam sesi jumpa pers, usai pertandingan.

Mantan Pelatih Tim Nasional Indonesia tersebut juga mengakui, jika pemain-pemainnya kerap melakukan individual error. Utamanya, dalam melakukan umpan, kepada pemain tengah dan pemain depan. Hal itulah, kata RD, yang dimanfaatkan dengan baik oleh para skuad Juku Eja.

"Karena hari ini PSM Makassar bermain dengan efektif. Mereka bermain dengan melakukan pressure di sepertiga lapangan tengah. Mereka bermain baik. Selamat untuk (PSM) Makassar, mereka memang pantas untuk menang hari ini," sebut RD.

Meski sempat mengubah taktik pada babak kedua, dengan memainkan beberapa pemain berposisi tengah dan depan, namun, RD memuji kedisplinan pada pemain PSM.

"Sekali lagi selamat dan bagaimana pun, ini satu pekerjaan (rumah) bagi saya, tanggung jawab saya, dan InsyaAllah saya akan memperbaiki yang berkaitan dengan tim ini ke depannya," pungkas RD. 

Sementara itu, salah satu pilar Mitra Kukar, Septian David Maulana beranggapan, secara permainan, rekan-rekannya tidak kalah dari tim tamu. "Tapi secara skor, kita kalah," jelas Septian.

Saat sempat menyamakan skor 1-1 pada pertengahan babak pertama, asa para pemain Mitra Kukar bangkit. Namun, dua gol balasan langsung membuat skuadnya mengalami penurunan mental bertanding. 

"Tapi akhirnya kita kebobolan dengan gol, yang mungkin kalau kita lihat tadi, tidak terlalu bagus, dan akhirnya tadi teman-teman mungkin drop (setelah dibobol), dan membuat kita jadi panik. Mungkin pertandingan selanjutnya kita akan berusaha lebih baik lagi," demikian David.