Selasa, 02 Oktober 2018 15:43 WITA

"Bubar Saja PSSI Semua", Manajer Persib Bandung Marah Tak Terima Dihukum

Editor: Nur Hidayat Said
Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar. (Foto: Bola.com)

RAKYATKU.COM, BANDUNG - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memberikan hukuman berat kepada Persib Bandung. Tak terima, manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengungkapkan kemarahan.

Komdis PSSI mengeluarkan sanksi untuk Persib terkait Haringga Sirla, suporter Persija Jakarta (Jak Mania) yang tewas dikeroyok Bobotoh (suporter Persib Bandung).

Persib mendapat sanksi hukuman laga usiran di luar Pulau Jawa (Kalimantan) tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi Liga 1 2018 dan pertandingan kandang tanpa penonton di Bandung sampai setengah musim kompetisi Liga 1 2019.

Bobotoh juga mendapat hukuman sanksi larangan menyaksikan laga Persib baik kandang dan tandang di Liga 1 hingga tengah musim depan. 

Bobotoh dinyatakan bersalah karena diklaim melakukan sweeping, pengeroyokan, dan pemukulan terhadap suporter Persija hingga tewas.

"Ini keputusan yang tidak adil, tidak benar. Ini sangat rekayasa, ada sweeping segala macam itu, ini yang tidak benar," kata Umuh dikutip CNNIndonesia.com, Selasa (2/9/2018).

"Buat apa ada investigasi, untuk apa datang ke Bandung, investigasi menanyakan semua permasalahan, mengumpulkan data-data, buat apa?"

"Persekongkolan seperti ini yang harus kita sikat, antek-antek seperti ini ada di PSSI. Kalau bubar, bubar saja PSSI semua, bubarkan. Jadi kalau ketuanya (Edy Rahmayadi) tidak salah sebetulnya, tidak ada urusannya kemarin dituntut ketuanya," kata Umuh.

"Tuntut kalau bubar, bubar semua saja, bukan ketuanya saja. Bubarkan aja semua. Menuntut ketua umum bubar, jangan! Bubar saja semua. Sangat-sangat tidak adil kalau ketuanya diberhentikan."

"Saya akan banding sambil tunggu minta keputusan yang adil. Kalau enggak saya minta bubar saja semua. Komding itu juga ecek-ecek saya bilang."

"Saya tidak bisa membendung kemarahan Bobotoh. Tidak ada cara karena ini Persib tidak salah. Kan itu di luar ring, dan mereka juga tidak minta restu dulu dari FIFA."