Rabu, 26 September 2018 10:51 WITA

Suporter Tewas, Manajer Persib Minta Persija Juga Dihukum

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Suporter Tewas, Manajer Persib Minta Persija Juga Dihukum
Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar. Ist

RAKYATKU.COM - Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar mengaku tidak keberatan jika timnya dihukum terkait kematian suporter. Tapi, Umuh meminta Persija Jakarta diperlakukan sama.

Diketahui, Haringga Siril, yang merupakan suporter Persija Jakarta, meninggal dunia usai dikeroyok oknum bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (23/9/2018).

Haringga diketahui mulai dikeroyok sekitar pukul 13.00 WIB atau 2,5 jam sebelum pertandingan antara Persib dan Persija dalam lanjutan Liga 1 2018 digelar. Dia dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. 

Sebagai tuan rumah, Persib tentu jadi pihak pertama yang disalahkan atas timbulnya insiden tersebut. Tim Maung Bandung dianggap lalai menjaga keamanan di luar stadion yang juga jadi tanggung jawab mereka.

PSSI selaku otoritas sepakbola nasional kabarnya akan melakukan investigasi lebih dalam dan bukan tak mungkin menjatuhkan sanksi kepada tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat itu. Ada kemungkinan Persib mendapat hukuman berat atas insiden ini.

Terkait hal tersebut, Umuh tak masalah jika Persib dihukum karena bisa menjadi pembelajaran untuk klub lain. Tapi, Umuh juga tidak mau kalau Persib dihukum sendirian karena Persija pun pernah melakukan hal yang sama ketika ada suporter Persib yang meninggal beberapa tahun lalu.

"Saya tidak setuju Persib saja yang dihukum. Karena itu tidak adil. Sebab itu (pengroyokan) ulah oknum," kata Umuh Muchtar dalam acara di salah satu TV swasta, seperti dilansir Detikcom, Rabu (26/09/18).

"Sehingga tidak patut Persib saja yang salah, Persija juga harus kena hukuman atas insiden masa lalu," sambungnya.

Umuh berharap kejadian ini bisa jadi pembelajaran untuk seluruh stakeholder sepakbola nasional agar bisa lebih baik ke depannya. Apalagi kejadian meninggalnya suporter di stadion kerap terjadi.

"Sekarang kejadian ini harus jadi pelajaran untuk semua. Tidak cuma Persib atau Persija saja tapi klub lain. Saat ini ayo cari jalan yang terbaik untuk suporter berdamai," tukasnya.