Selasa, 25 September 2018 10:26 WITA

Optimisme Timnas Indonesia U-19 Jelang Hadapi China

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Optimisme Timnas Indonesia U-19 Jelang Hadapi China
Timnas Indonesia U-19. Ist

RAKYATKU.COM - Timnas U-19 Indonesia akan menghadapi Cina dalam turnamen segitiga PSSI Anniversary U-19 Tournament di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (25/9/2018).

Ini merupakan laga kedua bagi Timnas U-19 di turnamen ini. Sebelumnya, pada Minggu (23/9/2018) lalu, tim asuhan Indra Sjafri ditahan Thailand 2-2.

Tentu, pertemuan ini akan menjadi pengalaman yang berharga bagi Timnas Indonesia U-19. China merupakan tim yang berhasil lolos ke Piala AFC U-19 2018 dengan menjadi juara Grup G saat menjalani kualifikasi.

China berhasil menyelesaikan fase kualifikasi dengan meraih kemenangan sempurna atas Kamboja, Myanmar, dan Filipina, grup yang sebenarnya membuat Tim Negeri Tirai Bambu memang menjadi unggulan.

Namun, satu hal yang pasti China merupakan tim yang kuat, terutama setelah di pertandingan pertama PSSI Anniversary U-19 mereka mampu menang 3-1 atas Thailand.

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, berharap lewat pertandingan menghadapi lawan yang baru pertama ditemui oleh anak-anak asuhnya itu, Tim Garuda Nusantara itu bisa menyelesaikan turnamen pemanasan ini dengan moral bermain yang baik.

"Satu hal yang jauh lebih penting adalah kami harus bersiap menghadapi lawan-lawan yang berbeda. Ini pertama kali kami menghadapi China. Kami berharap para pemain keluar dari turnamen ini dengan moral yang baik untuk bermain di Piala AFC dan mereka bisa dituntut untuk melakukan semua yang kami instruksikan," ujar Indra Sjafri.

Sementara untuk pertandingan ini, sejumlah perubahan komposisi pemain akan dilakukan oleh Indra Sjafri. Beberapa pemain yang mengalami cedera saat bertanding menghadapi Thailand kemungkinan akan diistirahatkan terlebih dulu.

"Materi harus ada perbedaan, pertama karena ada pemain yang tidak bisa dimainkan, seperti Riyandi lalu ada Rian dan Saddil karena masih belum pulih sedikit masalah pada hamstring dan pergelangan kakinya. Saya percaya semua pemain bisa mengisi posisi pemain yang ditinggalkan," bebernya dikutib laman Bola.

"Sepak bola kolektif, tidak bisa mengandalkan satu orang. Kita tahu bagaimana China bermain dan tentu mengandalkan bola-bola tinggi, seperti umpan silang. Jadi itu yang kami antisipasi," lanjutnya.