Sabtu, 15 September 2018 17:04 WITA

Emosi karena Live Dibatalkan, Presiden Madura United Bongkar Rahasia PT Liga

Editor: Abu Asyraf
Emosi karena Live Dibatalkan, Presiden Madura United Bongkar Rahasia PT Liga
Presiden Madura United, Achsanul Qosasi.

RAKYATKU.COM - Presiden Madura United, Achsanul Qosasi tak kuasa lagi bersabar. Dia pun melampiaskan kekecewaannya terkait hak siar televisi dan subsidi klub yang tak kunjung cair.

Emosi Achsanul Qosasi meledak menyusul pembatalan siaran langsung televisi kala Madura United menjamu Mitra Kukar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Kamis (13/9/2018).

"Madura sudah biasa dikadalin Indosiar. Kita memang bukan klub besar, tapi mestinya janji live harus ditepati, karena semua klub punya hak yang sama. Jika seperti ini Indosiar tidak pantas dikagumi," ujarnya.

Memang saat Madura United menjamu Mitra Kukar dalam lanjutan Liga 1 2018 pekan ke-21, rencananya akan disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun TV. Namun belum diketahui sebabnya, siaran langsung tiba-tiba dibatalkan.

Dalam pertandingan itu, Madura United sukses menang atas Mitra Kukar dengan skor 2-0. Hasil itu membuat Madura United berada di urutan kedua klasemen sementara Liga 1 2018 dengan 36 poin.

Menurut Achsanul Qosasi, sudah saatnya klub meminta haknya untuk melepaskan diri dari kewajiban Liga kepada televisi partner. Saatnya klub bebas memilih berpartner dengan perusahaan televisi manapun.

"Klub jangan dijatah, tetapi hak terbesarnya dirampas dan televisi seenaknya batalkan dan mengubah jadwal," katanya.

"Saatnya klub bebas memilih berpartner dengan perusahaan televisi manapun. Klub yang 'menyumbang' Liga (PSSI). Daripada hak klub 'diborgol' dan hanya diberi setetes embun, janji surga, sementara hak siar tidak transparan. Ini harus mulai disajikan terbuka kepada Liga dan klub," tambahnya.

Menurut mantan anggota DPR RI ini, televisi partner menikmati dan cenderung arogan, padahal klub lah yang membiayai pertandingan. Mulai izin, sewa stadion, biaya keamanan, tim medis, lampu, dan panitia pelaksana. "Tapi hak siarnya diambil televisi partner," katanya.

Bahkan, kata dia, klub masih menghadapi risiko denda dan sanksi jika tidak memenuhi syarat Liga. 

Dia lantas menghitung potensi pendapatan klub. "Dengan perhitungan 17 kali home dan harga jual live per pertandingan Rp1 miliar, klub bisa mendapatkan income Rp17 miliar. Sehingga dipastikan klub mampu menyumbang Liga lebih dari yang diberikan Liga saat ini sebesar Rp5 miliar untuk 17 home), sementara haknya dirampas, apalagi sering di-PHP," tegas Achsanul Qosasi.

PT Liga, lanjutnya, harus yakin bahwa sepak bola sudah menjadi Industri. Suporter yang datang, tertib membeli tiket. Mereka pemicu ekonomi yang dahsyat. Musim depan PT Liga harus berubah dan berani. Klub harus diberi kebebasan yang seimbang. Menuju industri sepak bola yang sehat dan menghibur.

"Kita ikuti kehendak PSSI (Liga?). Madura ke Barito, bermain dua kali lawan yang sama, berturut-turut tanpa istirahat. Entah model kompetisi apa yang dipakai. Semua tim harus tinggal lebih lama saat tandang. Biaya makin mahal, sementara subsidi yang dijanjikan tidak cair. Ikuti sajalah..!!" tutupnya.