Jumat, 14 September 2018 23:41 WITA

PSM Makassar Mungkin Harus Jadi Tim Musafir untuk Bisa Menang

Editor: Nur Hidayat Said
PSM Makassar Mungkin Harus Jadi Tim Musafir untuk Bisa Menang

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Malang betul nasib PSM Makassar dalam kurun waktu dua tahun lebih. Sebab harapan juara yang dinanti-nantikan belum juga berpihak kepada Juku Eja, julukan PSM Makassar.

Namun tak perlu dahulu bicara soal juara, ada baiknya membicarakan soal masalah demi masalah yang dialami selama ini. Terutama, dalam mengarungi sepak bola di Indonesia sejak Robert Alberts menukangi tim.

Sejatinya, Robert bukanlah pelatih yang jelek-jelek amat kapasitasnya memimpin tim. Arema FC pernah dibawanya juara pada 2009-2010 hingga mampu mengangkat performa PSM di awal kemunculannya di kompetisi TSC 2016 lalu.

Puncaknya kala mengarungi Liga 1 2017 lalu. PSM yang sudah ditukangi pelatih beken, kemudian ditambah kedatangan pemain mumpuni semisal Hamka Hamzah, Zulkifli Syukur, hingga beberapa pemain asing Steven Paulle dan Marc Anthony Klok.

Pada era 2017, PSM menjadi tim yang sangat disegani oleh 17 peserta Liga 1. Tercatat, mereka mampu menang 15 kali, 1 kali imbang, dan 1 kali kalah selama bermain di kandang.

Kemudian di partai tandang, menang sebanyak 4 kali, 5 kali imbang, dan 8 kali kalah. Jika dihitung keseluruhan, maka tim mampu menang 19 kali, 6 kali imbang, dan 9 kali kalah dengan finis di posisi ketiga.

Nah, bagaimana di Liga 1 2018? Awal yang sangat baik dijalani Pasukan Ramang dengan sukses memenangkan laga atas PSIS Semarang dengan 2-0 dan kembali menang atas Perseru Serui 0-1 di Stadion Marorra. Hasil itu membawa PSM memuncaki klasemen liga memasuki masa akhir putaran pertama liga.

Sayangnya, lantaran rapatnya klasemen liga, Juku Eja harus menyudahi memimpin klasemen liga setelah kalah dari Persib Bandung, imbang atas Persija Jakarta, dan kembali kalah atas Bali United. Sehingga, mereka gagal meraih juara paruh musim 2018.

Bukan hanya itu, tim tertua di Indonesia tersebut malah dirundung masalah verifikasi stadion. Markas Juku Eja, Stadion Andi Matalatta belum dinyatakan lolos verifikasi oleh PT LIB lantaran lampu yang tak memenuhi 800 Lux.

Alhasil, menjamu Bhayangkara FC (15/7/2018), Juku Eja harus bermain di luar tepatnya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali. Meski demikian, keperkasaan Juku Eja bisa melumpuhkan The Guardian dengan memenangkan laga, skor 2-1.

Hanya saja, menghadapi anak asuh Simon McMenemy adalah kemenangan terakhir Juku Eja. Setelah itu, mereka tak lagi mampu meraih kemenangan selama lima laga selanjutnya baik di kandang maupun di luar kandang.

Tercatat, usai menghadapi Bhayangkara, giliran PSMS Medan yang dihadapi Juku Eja. Sayang, menghadapi tim berstatus juru kunci di papan klasemen saat itu mereka kalah 1-3.

Selanjutnya, dijamu PSIS Semarang di Stadion Madya Magelang hanya menghasilkan imbang 1-1. Sampai menghadapi Perseru Serui di Matalatta lagi-lagi imbang 2-2 dan dua laga terakhir yakni atas Persela Lamongan dan Barito Putera kembali imbang.

Apa PSM Makassar harus menjadi tim musafir lagi baru bisa menang? Tentu saja tidak. Sebab peluang meraih kemenangan hingga jalur juara masih terbuka lebar.

Sebab Liga 1 musim 2018 masih menyisakan 13 pertandingan. Dalam 13 laga itu, terdapat sejumlah partai yang mungkin saja menjadi keuntungan bagi anak asuh Robert Alberts.

Misalnya, melawan tim pemuncak klasemen liga saat ini, Persib Bandung, bakal terlaksana di Makassar. Selain Persib, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, hingga Bali United akan terlaksana di Makassar.

Selain itu, terdapat dua partai secara beruntun akan dilaksanakan di Makassar. Yakni atas Persija Jakarta dan Bali United. Namun, jika tak dimanfaatkan secara maksimal, peluang juara jelas tak akan berpihak.

Hasil Pertandingan PSM Makassar di Liga 1 2017

Kandang : 15 menang 1 imbang 1 kalah
Tandang : 4 menang, 5 imbang 8 kalah

Hasil Pertandingan PSM Makassar di Liga 1 2018 sampai pekan ke-21

Kandang : 7 menang, 2 imbang, 1 kalah
Tandang : 1 menang, 6 imbang, 4 kalah