Rabu, 12 September 2018 13:10 WITA

Klaim Tiru Konsep VAR, Insinyur Bolovia Tuntut FIFA Rp1,49 Triliun

Editor: Nur Hidayat Said
Klaim Tiru Konsep VAR, Insinyur Bolovia Tuntut FIFA Rp1,49 Triliun
Fernando Mendez Rivero. (Foto: TNT Sports LA)

RAKYATKU.COM - Seorang insinyur asal Bolivia, Fernando Mendez Rivero, menggugat FIFA karena video assistant referee (VAR). Mendez mengklaim dialah penemu teknologi itu. Ia pun meminta kompensasi 100 juta dollar AS (setara 1,49 triliun).

Dilansir Diario Ole, Mendez menilai FIFA telah melakukan plagiat. Mendez mengaku telah membuat konsep dasar VAR pada 2004 setelah melihat kontroversi penalti pada sebuah laga di Liga Bolivia.

"Pada 2004, saya menonton laga tim kesayangan saya, Oriente Petrolero, menghadapi musuh bebuyutannya, Blooming. Kami kalah karena penalti yang seharusnya tak diberikan wasit hanya dua menit jelang laga usai," kata Mendez.

Atas dasar itu, ia kemudian mencari ide. Dan, muncullah konsep dasar VAR. "Saya menghabiskan waktu selama tujuh hingga delapan bulan," akunya.

Konsep VAR yang diterapkan FIFA saat ini, diklaim Mendez identik dengan yang dibuatnya. "Ide saya adalah memasang enam kamera di lapangan. Masing-masing satu di belakang gawang, dan masing-masing dua di sisi lapangan, yakni di kanan dan kiri," urai lelaki 63 tahun ini.

"Setelah menyelesaikan rancangan itu, saya mendaftarkan hak patennya ke SENAPI, lembaga hak intelektual Bolivia. Saya juga mengirimkannya ke FIFA dan semua federasi negara dan regional," katanya.